LOTENG, MATARAMNEWS.com — Diterbitkannya larangan ekspor Lobster  yang diatur dalam  Peraturan  Menteri (Permen) Nomor 1 Tahun 2015, tentang penangkapan lobster, kepiting dan runjungan, yang dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, berdampak pada usaha budidaya lobster masyarakat Lombok Tengah.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Loteng, H Maulana Razak mengatakan, sekitar 1.800 orang petani lobster di bagian selatan Lombok Tengah menggantungkan hidupnya sebagai petani lobster.

“Jumlah produksi lobster di Loteng, dalam setahun mencapai 5 juta ekor. Dari jumlah itu, kabupaten Loteng setiap tahunnya menyumbangkan sebanyak 75 persen hasil lobster, yang di rumahkan di rumah karantina NTB terancam merugi”, kata Maulana Razak, di Praya, kemarin.

Kata dia, beberapa hari lalu sudah melakukan rapat koordinasi untuk menyikapi larangan ekspor yang di keluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Hasil rapat koordinasi tersebut yakni pemerintah Provinsi melalui Gubernur NTB secepatnya akan bersurat ke Menteri Kelautan dan Perikanan bahkan ke Presiden.

“Surat ke Menteri dan Presiden itu, garis besarnya akan menyampaikan kondisi petani Lobster NTB dengan terbitnya Permen tersebut”, terangnya.

Laporan : Pino
Editor : Agus SP