Tuan Guru Bagu dan Prof Masnun Terpilih Aklamasi

MN, LOTENG — Forum sidang pleno pemilihan Pengurus Wilayah NU NTB periode 2019-2024, memilih secara aklamasi Rois Syuriah dan Ketua Tandfidziah.

Seluruh anggota forum sidang pleno yang dihadiri peserta dari Pengurus Cabang NU se NTB, dipimpin langsung Pengurus Besar NU (PBNU), sepakat secara aklamasi memilih TGH.LM. Turmudzi Badarudin sebagai Rois Syuriah PW NU NTB, dan Prof.Dr.H. Masnun Tahir, M.Ag sebagai Ketua Tanfidziah PW NU NTB.

Selanjutnya rapat tim formatur di antaranya Rois Syuriah dan Tanfidziah terpilih serta Dr.H. Zaidi Abdadi, Dr.H. Nazar Na’ami melakukan menyusun struktur Pengurus Wilayah NU NTB periode 2019-2024.

Rois Syuriah terpilih TGH.LM. Turmudzi Badarudin (Tuan Guru Bagu) mengaku sudah lanjut usia, namun masih dipercaya dan diangkat jama’ah sebagai Roys Syuriah NU.

“Mari kita bersama-sama (bekerja). Jangan hanya Rois saja yang bekerja, akan tetapi bekerja bersama-sama dengan semua PC NU se NTB serta para jamaah,” ajak Tuan Guru Bagu, saat menghadiri sidang pleno tersebut, di Lombok Tengah, Minggu malam (20/1/2019).

Menurut Tuan Guru Bagu, bekal menjadi pemimpin di Nahdalatul Ulama (NU) itu adalah bekerja dengan ikhlas . “Mohon bantuan dari semuanya (PC NU se NTB), untuk bekerja bersama-sama,” imbuhnya.

Apa yang kurang, lanjut Tuan Guru Bagu, agar bisa cukup dan yang sudah cukup agar tingkatkan bersama-sama. “Mari kita bekerja bersama-sama dengan ikhlas dan apa yang dikerjakan semua bisa terlaksana,” ajak Tuan Guru Bagu.

Ketua Tanfidziah PW NU NTB terpilih, Prof Dr.H. Masnun Tahir, mengatakan semua harus mengikuti arahan yang disampaikan Rois Suriyah.

“Tentunya kita sami’na wa atho’na pada Rois Syuriah terpilih yang sudah menyampaikan kepada kita semua mengenai iftitahnya,” ucap Prof Masnun.

Walaupun dirinya dan Tuan Guru Bagu terpilih sebagai Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah, namun menurut Prof Masnun, sejatinya untuk kemenangan bersama, kemenagan NU NTB. Seperti apa yang sering dismapaiknya. Dirinya siap dipimpin dan siap memimpin. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Mari kita bersama-sama membangun NU. Jangan seperti banyaknya saja akan tetapi tidak ada fungsi. Saya berterima kasih atas amanah yang sangat luar biasa ini, kami ini bukan supermen akan tetapi supertim,” tandas Prof Masnun. (mn-05)