Petani di Sumbawa Resah, Banyak Oknum Sabotase Air dan Pupuk Bersubsidi

MATARAM, MATARAMNEWS.co.id — Sabotase air dan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menambah sederet persoalan yang melanda petani di pulau Sumbawa di musim kemaru panjang ini.

Perihatin situasi yang melanda petani di pulau Sumbawa, Komunitas muda pulau Sumbawa (Kompas) mendatangi kantor DPRD Provinsi NTB, berunjukrasa guna menyuarakan kepentingan petani.

Massa Kompas, dalam tuntutannya mendesak Menteri Pertanian RI untuk turun tangan dalam menangani persoalan masyarkat NTB khususnya pulau Sumbawa. Mendesak DPRD Provinsi dapil V dan VI serta Bupati Sumbawa mencarikan solusi kongkrit atas kekeringan yang melanda wilayah pertanian yang ada di desa Brangkolo, Marongeng serta yang lainnya di wilayah kecamatan Plampang kabupaten Sumbawa.

Bahkan massa aksi juga mendesak TNI dan Polri membrantas mafia pupuk bersubsidi yang berada di wilayah kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa serta NTB umumnya.

Menurut mereka, dalam orasinya mengatakan persoalan yang terjadi di desa Maronge dan Brangkolo kecamatan Plampang Sumbawa, para petani bawang merah asal Bima sedang dilanda kekeringan akibat tidak di berikannya jatah air oleh warga setempat, dengan alasan air yang berasal dari bendungan bukan untuk petani bawang, akan tetapi untuk para petani padi, padahal mereka menyewa tanah dari warga setempat. “tanah di sewakan, akan tetapi air tidak diperbolehkan untuk kebutuhan petani bawang”, kata mereka dalam orasinya, kemarin.

“Kami meminta DPRD agar segera mengambil sikap jangan menunda-nunda,  jika tidak para petani akan mengalami kerugian miliaran rupiah bahkan sudah banyak para petani yang kembali ke Bima meninggalkan bawang merah mereka akibat tidak ada air”, pintanya.

Menanggapi desakan massa aksi, anggota DPRD Provinsi NTB Raihan asal dapil VI, Hj ST Rahma asal dapil V dan H Nurdin asal dapil VI mengatakan, terkait persoalan air tersebut DPRD NTB akan melakukan koordinasi dulu dengan pihak terkait yaitu Bupati Sumbawa agar secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten Sumbawa serta Dinas Pertanian Provinsi untuk melakukan pengecekan dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Sumbawa.

“untuk persoalan pupuk bersubsidi ini pihak TNI dan kepolisian tetap melakukan pengawasan, bahkan pelaku penimbun pupuk bersubsidi sudah banyak yang sudah ditangkap. Persoalan ini akan tetap diawasi”, tandasnya.

Laporan : Imam
Editor : Guswan Putra