Sejumlah Perwakilan Aliansi Mahasiswa KLU Datangi Kantor Bupati

KLU, Mataram News – Aksi penolakan beasiswa khusus bagi mahasiswa fakultas kedokteran dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) Rabu 28/12 kemarin berlangsung damai. Sebelumnya, tersebar isu bahwa ratusan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa KLU akan melakukan aksi di Kantor Bupaati Lombok Utara, sehingga mengharuskan sejumlah pasukan baik yang terdiri dari Keplisian, Satpol PP, TRC dan penanggulangan bencana turut serta mengamankan kantor Bupati dan DPRD KLU.

{xtypo_info} Sejumlah mahasiswa KLU yang aksi Rabu 28/12 kemarin datangi Kantor Bupati KLU menyampaikan empat tuntutan {/xtypo_info}

Isu tersebut ternyata tidak benar dan ini terbukti dengan tingkat kehadiran mereka hanya berkisar 20 orang. Setiba didepan Kantor Bupati KLU, Mereka langsung diterima oleh Wakil Bupati dan Sekda H Najmul Ahyaar,SH,MH. Drs Suardi MM diaula ruangan Wabup. Tidak satupum merekaa tertinggal di luar aula karena jumlah mereka yang hanya 20 orang ini masih tertampung dirungan pertemuann tersebut.

Sebelumnya, Korlap aksi, Hendri Susanto dalam orasinya menyebutkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun berdiri KLU sebagai daerah otonom belum mampu memberikan jaminan kepada warganya untuk hidup lebih baik dari sebelumnya. Malah Hendri mengatakan “Para elit politik di KLU lebih sibuk dengan bagi-bagi proyek dan kekuasan”.

Pemimpin resmi KLU yang sudah berkuasa satu tahun berjalan belum menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat miskin. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya beasiswa kedokteran antara RP 20 Juta sampai dengan Rp 25 Juta per orang. Sebagai mahasisa yang masih memiliki idealisme akan tetap menjadi garda terdepan untuk mengawal pemerintahan dan pembangunan KLU, maka dengan ini pula kami menuntut.

Hentikan diskriminasi terhadap mahasiswa KLU. Segera tuntaskan sengketa Terawangan. Segera sosialisasikan laporan Pansus CPNS kepada masyarakat dan Segera bentuk tim independen pengawasan proyek pembangunana infrastruktur.

Wabup KLU, H Najmul Ahyar,SH,MH yang di damping Sekda, Drs Suardi,MM, menegaskan kepada mahasiswa bahwa tidak adaa niat pemerintah untuk diskriminasi. Ke empat poin tuntutan adik-adik mahasiswa ini merupakan hajat kita bersama. Adanya bantuan kepada mahasiswa jurusan kedokter sekitar 7 orang itu adalah bantuan murni dan hanya sekali serta bukan beasiswa.

Demikian pula dengan sengketa Terawangan yang saat ini sedang dalaam penyelesaiaan karena adanya kesepakaatan bahwa hal tersebut disepakati penyelesaiannya difasilitasi oleh pemda KLU. Sedangkan terkait perekrutan CPNS 2010 dari 221 CPNS, 215 diantaaranya sudah menerima SK dan sudah bertugas. Sedangkan sisanya masih terkendalaa dengaan kelengkapan berkas dan bahkan ada yang tidak sesuai jurusan, sertifikasi dan umur dalam ijazah.

Sementaara soal pembaangunan infrastruktur yang di indikasikan ada penyimpangan dan kualitas tidak sesuaai dan sebagainya sudah pula di sampaikan di depan siding DPRD untuk sam-sama lakukan monitoring dan kalaau benar kualitasnya tidak sesuai, kepada kontraktor diperintahkan untuk membongkar kembali, terang H Najmul Ahyar. Ke empat item tuntutan mahasiswa ini sepakat Wakil Bupati perjuangkan dan ini dibuktikan dengan di bubuhkan tanda tangan oleh Wabup KLU, Rabu 28/12 kemarin.-

Bagikan :