- advertisement -

LOBAR, MataramNews – Permasalahan perceraian antara WNA dan WNI berbuntut panjang pasalnya, setelah pengadilan memutuskan perceraian tersebut, namun yang menjadi permasalahan selanjutnya terkait pembagian harta gono gini.

Rumah dijalan Teratai blok C no 10 BTN Grand Vely Batulayar Lobar adalah pangkal permasalahan terjadinya penganiayaan terhadap Jessika, pasalnya rumah yang sudah disepakati untuk tidak boleh ditempati oleh kedua belah pihak yang berseteru namun tetap ditempati oleh Hary (50) mantan istri Febrianti alias jassika,

{xtypo_info} Foto: Ilustrator {/xtypo_info}

 

Awal kejadiannya Pada selasa 3/1/2012 Jesskia yang berasal dari Bandung mendatangi ruamh tersebut. Pada saat Jessika sampai di rumah yang beralamat dijalan Teratai blok C no 10 BTN Garnd Vely Batulayar Lobar, dalam keadaan tertutup dan gerbang rumah tersebut digembok, lalu Jessika masuk melalui pagar, setelah berhasil masuk ia langsung membuka pintu rumah dari belakang, ternyata ada seorang wanita (istri Hary sekarang) dan satu anak di dalam rumah tersebut, sehingga semua pintu rumah dibuka bahkan pintu gerabang dibuka semuanya oleh Jessika.

Melihat kejadian tersebut istri barunya Hary, menelpon suaminya untuk segera pulang, tidak lama kemudian Yohanus alias Hary yang berasal dari Negara Hollan Belanda itu tiba dan mengusir Jessika dari rumah tersebut, namun Jessika bertahan sehingga terjadilah perkelahian.

Saat Jessika berada didalam rumah, Hary langsung menarik tangan Jessika keluar dari rumah tersebut. Jessika melakukan perlawanan dan tetap ngotot mau menempati rumah tersebut,  namun Hary membawa keluar semua pakaian Jessika yang masih ada di dalam rumah dan melemparkannya ke pinggir jalan, beberapa kali terjadi perkelahian sehingga Jessika terlihat luka memar ditangan kanan. Sedangkan masyarakat sekitar hanya melihat dari kejauhan atas kejadian tersebut.

Jessika melapor ke polda NTB atas penganiayaan dirinya oleh mantan suaminya Hary. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke polda NTB dan sudah dilakukan visum dan sedang ditangani oleh pihak polda NTB.” Ungkap Jessika.

“Rumah yang ditempati oleh Hary bersama istrinya yang sekarang meruapakan harta kami berdua pada saat kami berstatus suami istri, dan rumah tersebut juga atas nama saya di sertifikatnya dan saya berhak untuk menempati rumah tersebut,” ucap jessika.

“Makanya saya mendatangi rumah saya sendiri, dan apa alasannya Hary mengusir saya dari rumah ini apalagi dengan kekerasan sampai saya terluka seperti ini.” Tambah Jessika.