Tragedi Berdarah, Bupati Bima Diminta Bertanggung Jawab

MATARAM, MataramNews – Keluarga korban tragedi berdarah di Pelabuhan Sape Bima, menuntut keadilan atas apa yang telah menimpa keluarganya. “Kami masih pada tuntutan pencabutan SK Bupati 188,” Ucap Ida, istri dari salah seorang korban tragedi berdarah saat polisi membubarkan aksi pendudukan pelabuhan oleh warga, Sabtu (24/12), lalu.

{xtypo_info} Foto: , Korban M. Ali asal Desa Sumi {/xtypo_info}

ketika ditemui saat sedang menemui suaminya di RSUP NTB, Ida Menjelaskan, aparat kepolisian, Kapolda, Kapolres dan Kapolsek harus ikut bertanggungjawab dan juga diproses secara hukum. “Pertanggungjawaban dan proses hukum merupakan rasa keadilan,” Paparnya.

Tidak hanya itu, selain menuntut bupati mencabut SK 188,  juga diminta bertanggungjawab atas tragedi berdarah karena dianggap pangkal persoalannya berasal dari Bupati. Saat ini dua orang dari korban luka parah dari tragedi berdarah Bima saat ini yang sedang mendapatkan perawatan di RSUP NTB. mereka merupakan pasien rujukan dari RS Muhammadiyah Bima.

Dua pasien tersebut atas nama Ismail (55), M.Ali (59). Ismail, Warga Desa  Rato, mendapatkan perawatan karena tertembak Pada lengan kanan, dan terluka pada dadanya akibat dipukul mempergunakan bopor senjata, juga luka tembak pada rusuk kanan dan paha kiri. Sedangkan korban kedua bernama, M. Ali asal Desa Sumi yang mendapatkan perawatan karena tertembak pada atas perut kanan.