Aksi Kecam, Penganiayaan Guru oleh Murid Bentuk Pelecehan Profesi

MataramNews – Belasan mahasiswa turun kejalan, gelar aksi pengecaman tindakan anarkis murid terhadap gurunya di MTSN 1 Rasanae, Kota Bima. Penganiayaan (pemukulan) terhadap guru yang dilakukan oleh muridnya sendiri para mahasiswa sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi guru.

Aksi ini digelar mahasiswa yang tergabung dalam BEM NTB Raya dengan mendatangi beberapa kantor yang dianggap harus mengambil kebijakan terhadap kejadian yang sangat memalukan dan mencoreng muka dunia pendidikan di NTB.

{xtypo_info}FOTO:Aksi Mahasiswa depan Kantor PGRI NTB{/xtypo_info}

Dimana aksi yang mobilisasi oleh Syahdan itu, menuntut agar pihak Kanwil Kementerian Agama segera mengambil tindakan, dengan mencopot  Kepala Sekolah tempat korban mengajar, dan keluarkan siswa yang bersangkutan dari sekolah.

Selain itu, sebagai bentuk sangsi moral terhadap murid tersebut diminta agar sekolah lainnya tidak boleh menerimanya sebagai murid.
“copot kepala sekolah yang terima pindahan siswa tersebut, “ucap Syahdan ketika berorasi di depan Kantor PGRI NTB, Senin (3/10/2011) pagi.

Menurutnya, bahwa aksi yang dilakukan oleh murid dengan menganiaya gurunya apalagi ditonton oleh guru dan murid serta orang tua murid tersebut, sungguh sebuah kejadian yang sangat ironis sekali. “Dulu guru memukul muridnya, namun sekarang murid pukul gurunya ini sudah terbalik sekali,” paparnya.

Tidak itu saja, mereka meminta agar memberikan perlindungan bagi guru dan mengevaluasi sistem pendidikan di NTB. Para mahasiswa ini juga meminta agar oknum kepolisian yang ada pada saat kejadian namun tidak berbuat apa-apa dan hanya menonton agar diberikan tindakan yang tegas.

Para mahasiswa ini melakukan konvoi menggunakan sepeda motor dengan mendatangi Kantor PGRI NTB, Dikpora NTB, Kanwil Kementerian Agama NTB dan DPRD NTB. Dari empat kantor yang didatangi oleh para mahasiswa ini hanya dua kantor saja yang menerimamereka yaitu kantor Dikpora NTB dan Kanwil Kementerian Agama NTB. Di Dikpora NTB mahasiswa diterima oleh Kabag Umum Dikpora NTB, H. Sridana. mewakili Kepala Dinas yang sedang tidak ada ditempat.

Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa akan disampaikan ke pimpinannya. demikian pula di Kanwil Kementerian Agama, mereka diterima oleh H. Saleh Karim (Kabid Urusan Agama) yang berjanji akan menanggkapi tuntutan para mahasiswa tersebut.

(Laporan: Joko | Mataram)