Arus Deras Kali Babak Makan Korban

MATARAMnews (Lobar) – Luapan arus kali Babak yang sangat deras, telah merenggut nyawa Amaq Sairah (60) warga dusun Samah Miring, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri yang tengah mencari ikan sebagi sumber napkah sehari-harinya.

Menurut keterangan Inak Sairah Istri korban bahwa pagi sekitar pukul 10.00 Wita korban sudah pergi menangkap ikan dengan sorok yang biasa dipakai untuk menjaring ikan dan sekitar pukul 14.00 kemudian pulang dengan membawa uang penjualan hasil tangkapannya, korban berpamitan dengan istrinya untuk kembali dari sungai.

Korban diperkirakan terpeleset lalu terbawa arus deras yang mengalir karena hujan yang cukup lama.  Hingga menjelang malam tiba korban tidak juga kembali, kemudian istrinya mencari dan tidak menemukannya ditempat biasa korban mencari ikan. Setelah berupaya mencari tak menemukan korban, emudian Inaq Sairah memberitahukan warga dan tetangga dilingkungannya.

Sebagian besar warga yang menerima imformasi kejadian yang menimpa Amaq Sairah tersebut, bergerak menyisir arus deras kali Babak hingga mencapai wilayah Banyumulek. Namun hingga pagi tidak kunjung ditemukan.

Kepala Desa Montong Are, Mujitahid kepada MataramNews mengatakan, proses pencarian  yang dilakukan warga, disamping itu juga sekitar pukul 02.00 Wita atau dini hari, pihaknya juga mendatangi kantor Basarnas dan meminta bantuan.

Sekitar satu pelton anggota tim SAR juga turun dan bergabung dengan warga guna melakukan pencarian dengan menyisir kawasan kali Babak. Dari lokasi perkiraan hanyutnya korban hingga wilayah Banyumulek setelah menerima laporan tersebut, sekitar pukul 07.00 wita pagi akhirnya dua orang warga  yang tengah melakukan pencarian akhirnya menemukan korban dipinggir kali Babak didaerah lokasi penambangan Galian C yang terdapat di desa Bagek Polak kaarang Bucu.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dalam posisi telungkup dengan wajah tertutup lumpur dan kaki kanan mengalami patah tulang dengan posisi luka mengaga dibawah lutut sehinga tulang lututnya keluar dan terpisah dari pergelangan kaki.
Mujitahid juga menambahkan, hari ini (9/1/2012) jenazah akan segera dimakamkan. Saat ditanya tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah, Kades menjawab tidak dilakukan karena kami tidak paham dengan hal itu, kemudian apakah kejadian ini sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian, kades mengatakan salah satu warganya yang bernama Harar sudah melapor ke Polsek Kediri akan tetapi sampai saat ini kami tidak melihat satupun aparat yang terlibat menangani kejadan tersebut.