Kasus Demam Berdarah Terbanyak di Lombok Barat

MN, MATARAM — Kasus DBD yang terjadi di wilayah Provinsi NTB sudah menelan korban jiwa sebanyak empat orang. Dari ratusan kasus yang terjadi di seluruh NTB dan yang paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Barat, sekitar 105 kasus DBD.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, jumlah kasus Demam Berdarah (DBD) se NTB sebanyak 249 kasus DBD, dan paling banyak terjadi di wilayah Lombok Barat.

“Dari 249 kasus, yang terbesar di wilayah Lombok Barat, yaitu 105 kasus yang susfek,” ungkap Eka di Mataram, Rabu (6/2/2019).

Dimana dari 105 kasus yang terkena susfek tersebut ada sebanyak 72 kasus yang dinyatakan positif demam berdarah.

Khusus Lombok Barat, ada tiga wilayah yang saat ini menjadi perhatian khusus dari pihak Dinas Kesehatan (Dikes) yaitu Gerung, Kuripan dan Sekotong. Dari 249 kasus tersebut ada sebanyak empat orang yang meninggal dunia, dua orang di Kabupaten Dompu dan dua lagi di Kota Bima.

Adapun langkah dari pihak Dikes dalam menghadapi kasus demam berdarah ini dengan bersurat kepada Bupati dan khususnya pada Dikbud dan Kemenang agar gerakan Pemberantasa Sarang Nyamuk (PSM) dilakukan karena gigitan nyamuk demam berdarah terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.00 dan saat itu anak anak sedang disekolah.

“Pertama kita minta bahwa sekolah harus menggerakkan PSM, dan kedua menggerakkan guru UKS sebagai Juru Pemantau Jentik,” terangnya.

Karena itu Kadis yang akrab di sapa Eka tersebut meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan melakukan 3 M plus (menguras, menutup dan mengubur serta mengoles obat nyamuk).

“Ini masuk dalam siklus 10 tahun, kita waspada betul sampai Maret,” pungkasnya. –(mn-07)