Korban Rabies Meningkat, Dikes NTB Siapkan Ribuan Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi

MN, MATARAM — Pihak pemerintah Provinsi NTB lewat Dinas Kesehatan siapkan ribuan vaksin untuk menangani kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang telah terjadi di wilayah Kabupaten Dompu.

Menurut kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, jumlah vaksin yang telah disalurkan ke Kabupaten Dompu sebanyak 2.609 buah, sedangkan yang telah dipakai sebanyak 1.370 buah, dan sisanya dijadikan sebagai stock.

Disebutkan Eka, jumlah korban atas Gigitan Hewan Penular Rabies yang terjadi di wilayah Dompu hingga tanggal 5 Februari sebanyak 527 kasus.

“Sebanyak 254 kasus yang digigit pada bulan Januari. Sedangkan 253 kasus terjadi pada bulan Agustus hingga Desember,” ucap Eka di gedung Sangkareang kantor Gubernur NTB, di Jalan Pejanggik Mataram, Rabu (6/2/2019).

Dari kasus tersebut ada sebanyak lima orang yang dinyatakan positif mengalami rabies. Dimana satu orang dinyatakan meninggal dan empat orang lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di ruang isolasi di Rumah Sakit Daerah Dompu.

Selain itu, Eka juga memberikan tips kepada masyarakat jika terkena gigitan dari hewan penular rabies dengan langkah pertama membersihkan tempat yang terkena gigitan, membasuh dengan air dan menggosokkan sabun selama 15 menit.

Langkah ini, kata Eka, agar menghilangkan virus, karena virus akan berada ditempat yang terkena gigitan diperkirakan selama dua minggu. Maka jika tidak dilakukan pembersihan dengan air dan sabun, bisa menjalar hingga ke kepala lewat saraf.

Karena itulah, jika ada masyarakat yang terkena gigitan, diminta juga langsung mendatangi Puskesmas untuk dilakukan penyuntikan vaksin setelah dicuci.

Vaksin akan diberikan pada kunjungan pertama sebanyak dua kali, lalu pada tujuh hari kemudian diberikan satu dan 21 hari kemudian diberikan satu lagi.

Pemberian vaksin ternyata tidak hanya diberikan pada korban yang terkena gigitan hewan yang menularkan rabies, akan tetapi juga pada petugas medis dan keluarganya.

Sebagaimana yang disampaikan Kadikes NTB, penularan virus tersebut dapat melalui air liur namun tidak seganas penularan lewat gigitan hewan. –(mn-07)

Bagikan :