MataramNews – Bandara Internasional Lombok (BIL) sudah mulai beroperasi, tapi masyarakat lingkar BIL mengaku kecewa dan melakukan aksi demo. Aksi ini dilakukan oleh warga yang berasal dari tiga desa, diantaranya Desa Tanak Awu, Ketara dan Penujak, pada Senin (3/10/2011).

Aksi massa dilakukan dengan menggunakan pakaian baju putih dan celana hitam, sambil berteriak dan membawa pamplet yang bertuliskan berbagai tuntutan seperti, “kami nganggur bandara hancur, stop tenaga kerja dari luar, jangan jadikan kami sebagai penonton”.  Kekecewaan warga lingkar BIL dengan melakukan aksi demo ini pun mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

{xtypo_info}FOTO: Konvoi warga lingkar BIL menuju kantor DPRD Lombok Tengah{/xtypo_info}

 

Setelah berorasi, massa langsung berkonvoi menggunakan sepeda motor menuju kantor DPRD Lombok Tengah. Koordinator aksi, M. Juaini langsung di terima oleh Wakil Ketua DPRD Loteng, L. Fathul Bahri S.IP dan anggota dewan lainnya. “Kami menuntut pihak Angkasa Pura (AP) untuk mempekerjakan warga lingkar BIL, karena jauh sebelum BIL beroperasi, kami sudah mempersiapkan keahlian masing-masing dengan mengikuti kursus ataupun pendidikan,” ungkapnya.

 

Dan kami juga, lanjutnya, menuntut pemerintah untuk mengakomodir 50 persen warga lingkar BIL dipekerjakan. “Seharusnya warga lingkar BIL yang di prioritaskan dalam rekrutmen karyawan bandara, karena 500 hektar lahan yang kami miliki di gunakan untuk BIL, jadi wajar kami menuntut,” tegasnya.

Menurut warga, sebelumnya pemerintah telah menjanjikan untuk mengutamakan pengusaha dari Lombok Tengah, namun tidak pernah terealisasikan. Dari 23 sektor pekerjaan yang ada di bandara selama ini diberikan kepada pengusaha luar, padahal pengusaha lokal banyak yang mengikuti tender, namun pemerintah lebih memilih memberikan pekerjaan itu kepada pengusaha luar.

“Kami megharapkan pihak AP untuk terbuka dalam melakukan tender dan siapapun nantinya yang akan menang tender harus mampu mengakomodir warga lingkar BIL, untuk dipekerjakan, seperti untuk cleaning service, porter, cargo, waiters, parkir dan keamanan, sesuai dengan kursus dan pendidikan yang pernah kami ikuti,” pintanya.

Wakil Ketua DPRD Loteng L. Fathul Bahri, S.IP mendukung apa yang menjadi tuntutan warga lingkar BIL dan menyepakati beberpa hal, diantaranya AP pada hari kamis nanti akan mengumumkan hasil tender secara terbuka. “Ada dana Rp800 juta untuk tahun pertama bagi warga lingkar BIL, yang akan diberikan bagi yang tidak memiliki ijazah dan usaha dan akan diberikan modal usaha,” ungkapnya.

(Laporan : Zam | Lombok Tengah )