MATARAMnews – Pemilihan Kepala Desa Tanak Gadang Pringgabaya, Lombok Timur tampaknya akan semakin ramai dan semarak dengan tampilnya tokoh-tokoh muda yang energik dan berjiwa petarung. Salah seorang diantaranya adalah Ibnul Mubarak bin H Bukhari Muslim.

Ibnul Mubarak punya alasan kuat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Tanak Gadang  periode 2011-2017.”Saya hanya ingin memberi pilihan dan membuat perubahan,”ungkap pria kelahiran Dusun Tegaron, 39 tahun silam  dan akrab disapa Barok.

{xtypo_info}FOTO: Ibnu Mubarak, Calon Kades Tanak Gadang (kiri) dan DR. TGH. M. Zainul Majdi, MA (Kanan) {/xtypo_info}

 

Menurut Barok, masyarakat Desa Tanak Gadang kini memasuki era baru yakni era keterbukaan dan kemandirian.”Saya menentang segala bentuk intimidasi, ancaman dan pemaksaan kehendak hanya karena berbeda pilihan dan berbeda pandangan, termasuk dalam Pemilihan Kepala Desa Tanak Gadang yang pertama ini. Rakyat harus diberi pilihan dan mereka pasti tahu siapa yang pantas menjadi kepala desa mereka,”tutur pengagum Bung Karno yang pernah seperguruan dengan Gubernur NTB, DR TGH Muhammad Zainul Majdi MA. “Saya memang sekelas dengan beliau sewaktu belajar di Mualimin NW Pancor,”tambah suami dari Suharni dan dikaruniai empat anak yakni Devi Adlina Putri, Faozy Husni Mubarak, Farid Djibran Mubarak dan Malik Furqon Mubarak.

Bagi Barok, dukungan moral dari keluarga besar dan sahabat-sahabatnya sewaktu sekolah di Mualimin NW Pancor maupun STKIP Hamzanwadi Pancor merupakan inspirasi. Apalagi warga di kampungnya juga mendorong  dirinya tampil membuat perubahan mendasar di tengah derasnya isu demoralisasi, dugaan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme serta penyelewengan program pemerintah untuk rakyat yang terjadi di semua lini kehidupan masyarakat termasuk juga di desa.”Insyaallah, saya akan berusaha sekuat tenaga bersama-sama dengan warga untuk mewujudkan Desa Tanak Gadang yang religius dan berbudaya,”ungkapnya menyoal visi dan misi sebagai calon kepala desa.”Saya sadar menjadi pemimpin bukan pekerjaan gampang seperti membalik telapak tangan. Tapi, niat saya ikhlas, Lillahi Taala, bersama-sama kita cegah kebathilan dan kemungkaran, amar ma’ruf nahi mungkar,Insyaallah saya siap,”tegas Barok yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta dan guru di Madrasah Ibtidaiyah NW Temanjor-Tegaron, Desa Tanak Gadang Pringgabaya.

Barok yang doyan makan ambon jagung dan minum air kelapa muda ini juga punya keyakinan, menyerahkan sepenuhnya kekalahan dan kemenangan kepada yang diatas. “Kalau Allah SWT menghendaki saya terpilih dan jadi, ya jadilah. Kalau tidak terpilih, itulah takdir. Saya hanya berencana dan akan berusaha semampu saya untuk meyakinkan rakyat Tanak Gadang agar memilih dengan hati nurani. Saya bukan siapa siapa, tapi dengan modal kejujuran, keterbukaan dan kebersamaan, kita pasti bisa dan semuanya menjadi mudah, insyaallah,”imbuh adik kandung H Supratman Muslim Munzy SPd, MPd, Kabag Agama pada Biro Kesra Pemprov NTB — yang biasa menjadi khatib Shalat Jumat di kampungnya ini.

(Laporan: GS | Lombok Timur)