LOMBOK TENGAH – Sejak September 2016, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap 50 pengrajin yang mewakili dari 2 Desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kedua Desa di Lombok Tengah itu yakni di Dusun Matek Maling Desa Ganti sebanyak 25 orang dan Dusun Wadek Desa Ternak Rarang sebanyak 25 orang. Workshop bulan ketiga Program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif Tenun Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, digelar di Hotel Dmax Praya, Lombok Tengah.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf, Selliane Halia Ishak menyebutkan dalam rangkaian kegiatan workshop tahap ketiga atau bulan ketiga yang dimentori oleh Fesyen Desainer Denny Kho dan Winny Nagawati pada ini difokuskan pada pengembangan motif, pola, memotong, dan komposisi warna.

Dibulan pertama yakni bulan September workshop difokuskan pada edukasi penenun terkait pewarna alam oleh Lale Alon Sari, dimana di Kabupaten Lombok Tengah potensi alam untuk bahan pewarna alam tersedia di lingkungan para penenun.

Dalam kegiatan selama tiga bulan di Kabupaten Lombok Tengah tersebut telah berhasil memberikan semangat serta tambahan skills bagi para penenun dalam melakukan perubahan berbasis kearifan lokal dan kebutuhan pasar. Dari 50 penenunen yang ikut dalam program ini, hari ini kita disuguhi banyak sekali hasil tenun yang mengalami transformasi baik dalam penggarapannya serta keragaman hasil tenunnya.

Landasan Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif tersebut dimaksudkan untuk mengenali potensi unggulan dari sebuah wilayah dengan berusaha mengetahui dari 4 Rantai Nilai Ekonomi Kreatif, serta 4 aktor (Akademisi, Bisnis, Komunitas dan Pemerintah), serta 2 (dua) daya ungkit yakni forwad linkage dan backward linkage.

Artinya program ini dilakukan secara bersama-sama dan saling sinergi oleh lintas pemangku kepentingan yang melibatkan Pemerintah baik pusat maupun daerah, komunitas kreatif sebagai representasi masyarakat, akademisi dan para pelaku usaha. Program fasilitasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif memiliki tujuan besar, yaitu; peningkatan PDRB, peningkatan jumlah tenaga kerja terampil, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf, Selliane Halia Ishak mengatakan melalui pelatihan dan pendampingan yang digelar di Kabupaten Lombok Tengah diharapkan para penenun yang terlibat mampu menangkap potensi kerajinan Tenun Lombok di Kabupaten Lombok Tengah.

“Sebanyak 50 pengrajin yang mewakili 2 desa di Lombok Tengah memiliki motivasi dan semangat yang sangat tinggi dalam mengikuti program ini dan telah terbukti selama tiga bulan mampu menghasilkan kreasi yang luar biasa,” jelas Selliane, pada kegiatan workshop bulan ketiga Program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif Tenun Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, yang digelar di Hotel Dmax Praya, Rabu (16/11/2016).

Selliane menjelaskan bahwa dari 50 pengrajin yang saat ini mengikuti pelatihan terbukti memiliki semangat dan potensi bagus untuk berkembang. Oleh karenanya hingga pada akhir program yang akan ditutup pada 17 November di Hotel Dmax Praya, mereka akan terus dibina sehingga benar-benar bisa dan mahir.

“Alhasil, selama tiga bulan program ini berjalan, para peserta telah menghasilkan kreasi yang sudah bagus, ke depan tinggal menyalurkannya saja ke pasar yang saat ini untuk di Indonesia masih terbuka sangat luas dan bagus,” terang Selliane.

Dengan ekosistem yang sudah dibentuk dengan baik, tambah dia, harapannya ke depan ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Tengah akan tumbuh dengan baik dan matang menjadi sebuah industri  mulai dari hulu hingga hilir. Jika itu bisa terjadi, kedepannya tentu sangat bagus untuk dapat mengembangkan ekonomi kreatif secara khusus di Kabupaten Lombok Tengah dan sekitarnya serta secara menyeluruh di Indonesia.

Denny Kho, jebolan Vecoles Des Beaux Arts di Angers Perancis, seorang Desainer Fesyen/ Tekstil yang juga mentor untuk Tenun Lombok dan selama tiga bulan melakukan pembinaan serta pendampingan dalam program tersebut menjelaskan, para pengrajin yang ikut dalam program ini secara skil sudah menguasai, sehingga mempermudah tugasnya untuk mengajak bersama-sama berubah menjadi yang lebih baik dari sisi kreasi.

Ia berharap, setelah suksesnya Program Fasilitasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif di Lombok Tengah selama tiga bulan, kedepannya diharapkan pemerintah daerah memiliki kesamaan semangat untuk meneruskan dan menyukseskan pembentukan ekosistem Desa kreatif – kerajinan Tenun Lombok ini dengan senantiasa melakukan pembinaan dan pendampingan.

(bekraf/red)