LOMBOK – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar pelatihan keuangan syariah untuk 100 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kreatif di NTB, kegiatan diselenggarakan selama dua hari, Senin-Selasa (21-22/11/2016) di hotel Jayakarta, Lombok Barat.

“100 pelaku UKM kreatif yang menjadi peserta kelas keuangan syariah ini akan dibekali latihan pengelolaan keuangan berbasis syariah, juga cara mengakses permodalan syariah di perbankan,” kata Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K Kusuma, dalam pembukaan pelatihan, Senin sore (21/11/2016) di hotel Jayakarta.

Menurutnya, dari hasil analisa yang dilakukan Bekraf terhadap UKM kreatif di daerah, masih banyak ditemukan pelaku UKM yang belum mengerti cara mengelola keuangan.
Kegagalan usaha umumnya terjadi lantaran mereka masih mencampuradukan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga.

“Masih banyaknya pelaku UKM yang tidak memiliki kemampuan menyusun pembukuan keuangan usahanya, padahal pembukuan yang rapi dan lengkap menjadi salah satu syarat untuk mengakses permodalan perbankan. Untuk itulah Bekraf mengambil peran sesuai fungsinya memberi wawasan bagi pelaku UKM,” kata Restog.

Kelas keuangan syariah di Lombok merupakan pelatihan yang ke 8, sebelumnya Bekraf menggelar kelas serupa di Jakarta, Surabaya, Tangerang Selatan, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Pekalongan. Dengan tujuan menjadikan pelaku ukm mandiri yg lebih fokus dan serius imbuhnya.

Sekda Provinsi NTB, Rosyadi Sayuti mengatakan, Pemda NTB sangat mengapresiasi pelatihan-pelatihan UKM seperti yang dilakukan Bekraf.

Saat ini berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, di Provinsi NTB yang terdiri dari pulau Lombok dan Sumbawa, tercatat ada sekitar 644 ribu lebih pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dari jumlah 644 ribu UMKM itu, 89 persen diantaranya merupakan usaha mikro, dan sisanya merupakan usaha kecil.

Menurut Rosyadi, sebagian besar usaha mikro dan kecil di NTB itu bisa bergerak dengan dukungan modal pribadi, pinjaman non perbankan, dan dengan sumber daya dan bahan baku lokal, serta kemampuan yang sangat terbatas.

“Kami mengakui bahwa kesulitan akses perbankan masih menjadi kendala bagi UMKM di NTB. Pelatihan yang diselenggarakan Bekraf ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pelaku UKM di NTB agar bisa berkembang baik dari sisi permodalan dan juga pengembangan usaha mereka,” katanya.

Seratus peserta kelas keuangan syariah yang digelar Bekraf merupakan pelaku UKM di sektor usaha kuliner, kerajinan, dan juga fashion dari Lombok dan Sumbawa.

(tad/red)