Gugat PDAM Giri Menang, Pelanggan Minta Segera Ganti Direktur PDAM

Kantor PDAM Giri Menang

MN, LOBAR — Pelanggan PDAM di wilayah Lombok Barat dan Mataram sudah mulai kesal dan kecewa, lantaran air pam PDAM kerap macet. Para pelanggan meminta segera mengganti Direktur PDAM, karena dianggap tidak mampu mengelola perusahaan daerah itu.

Ratusan warga Perumahan Griya Praja Asri Jatisela Gunungsari, mengeluhkan pelayanan PDAM Giri Menang yang dinilai makin buruk dan tidak bisa mengatasi macetnya pasokan air ke tempat mereka.

”Sudah empat hari, air pam PDAM macet total. Ini benar-benar tidak nyaman, sangat menyusahkan masyarakat. Sebagai konsumen, kami sangat kecewa,” protes Iskandar, salah seorang warga RT 01 GPA Jatisela Gunungsari mewakili ratusan pelanggan di Komplek Perumahan itu.

Menurut dia, krisis air PDAM seharusnya tidak perlu terjadi, apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

“Dengan krisis air PDAM ini masyarakat sangat susah, dimana air ini adalah salah satu kebutuhan pokok manusia diluar sandang, pangan, dan papan, yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, terutama kami rasakan yang hanya mengandalkan air dari PDAM,” keluhnya lagi, seraya menghimbau pihak PDAM agar segera memberikan solusi.

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB, Iskandar SSos, SH MH,CLA CIL, mewakili ratusan warga yang menjadi pelanggan PDAM Perumahan Griya Praja Asri Jatisela Gunungsari Lobar.

“Kami berharap Bupati Lombok Barat turun tangan bila perlu segera mengganti Direktur PDAM barang kali tidak mampu bekerja dengan baik,” desak Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB ini.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Ibu Zaza yang merasa dirugikan sebagai pelanggan. Dia menilai pelayanan PDAM Giri Menang makin buruk dan merugikan konsumen. Apalagi kasus air macet total sering kali terjadi.

”Nggak musim kering, musim hujan pun macet total seperti sekarang. Nggak tahu kenapa, kita udah lapor sama Pak RT,” ungkapnya dan mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air.

Ibu ini juga tidak mengerti, akhir-akhir ini air PDAM tidak jernih sediakala, air keruh dan warna kecoklatan. “Udah air yang ngalir dikit, keruh lagi. Bagaimana kita bisa pakai buat masak dan bersih-bersih,”sesalnya dan mengaku terpaksa menumpang mendapatkan air bersih dari sumur pompa mesin air tetangga.

Sementara itu, manajemen PDAM Giri Menang melalui pernyataan resminya yang dimuat pada laman beritanya www.pdamgirimenang.com menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan PDAM di wilayah Gunungsari dan sekitarnya.

Pihak PDAM Giri Menang berdalih, terjadinya curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir sampai dengan beberapa hari kedepan di NTB khususnya di wilayah Lombok Barat mengakibatkan air sungai tetap meluap dan terjadi penyumbatan di intake Serepak, akibat banyaknya material seperti pasir, kerikil, rating pohon dan material yang lainnya ikut hanyut.

Disebutkan, kondisi ini dimungkinkan akan tetap terjadi sepanjang musim hujan khususnya di aliran sungai Serepak dan berpengaruh kepada kualitas kejernihan air dan terjadi gangguan sementara distribusi air ke Wilayah Gunugsari, Sandik, Batulayar, Meninting, Senggigi, dan Sebagian Wilayah Ampenan.

“Saat ini sedang dalam penanganan petugas,”demikian manajemen PDAM Giri Menang mengklarifikasi. –(stv/mn-03)