Zangzulmi Diwarnai Aspirasi Kalangan Pengusaha dan Milenial

MN, MATARAM — Seperti biasa di hari Jumat, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menyapa masyarakat melalui acara Jangzulmi (Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi).

Pada Jumat (8/2/2019) kali ini, Jangzulmi dihadiri oleh masyarakat yang cukup variatif. Ada kalangan entertainer, kalangan pengusaha, UMKM, pelajar, dan kaum milenial lainnya.

Jangzulmi diisi dengan beberapa sesi tanya jawab. Pada sesi pertama, seorang warga bernama Ibu Ari mengemukakan masalah yang tengah dihadapi dengan para investor pemodal.

Gubernur menanggapi, NTB memang ramah pada investasi, tetapi tidak boleh menyengsarakan masyarakat, coba dibangun pengertian bersama.

Sesi berikut, Perwakilan UKM Putri Rinjani Lombok Tengah menyampaikan aspirasinya agar pemerintah dapat menyediakan outlet sendiri, sebab selama ini para produsen memasukkan produk ke toko oleh-oleh namun di mark up dengan harga yang terlalu tinggi, sehingga para wisatawan kurang berminat terhadap produk yang dijual. Hal ini ditanggapi Gubernur, bahwa perlahan outlet-outlet disediakan, contohnya di Mandalika sudah tersedia dan representatif.

Selanjutnya, Ibu Ima Suyanti (relawan Dasi Lombok Timur) yang mengeluhkan pihak Universitas Mataram yang memberi pinalti cuti selama enam bulan kepada anaknya dikarenakan keterlambatan satu hari membayar SPP.

Dengan bijak Gubernur Zul menjawab kegalauan hati ibu Ima, pihak Unram tidak bermaksud begitu, mungkin sistemnya otomatis begitu tetapi semua bisa dikomunikasikan dengan baik. “Jangan sampai kesempatan anak kita untuk belajar hilang karena hal tersebut,” ujar Gubernur.

Aspirasi berikutnya dari kaum Milenial, Awin (dari UIN Mataram) mengeluhkan tidak adilnya proses verifikasi beasiswa tidak mampu, baginya yang dianggap tidak mampu adalah orang tuanya yang tidak bekerja sebagai pegawai negeri sipil, padahal walaupun tidak bekerja sebagai PNS orang tuanya memiliki kendaraan, tanah yang luas dan tempat tinggal yang layak.

Hal tersebut ditanggapi oleh Wagub Rohmi. Ia menjelaskan, beasiswa itu butuh ketekunan, berprestasi dan didapatkan tidak dengan gampang-gampang saja.

“Setau saya tidak ada perbedaan mau PNS atau tidak, selama kondisi tidak mampu semua bisa mendapat beasiswa tersebut,” ungkap Wagub Rohmi.

Kedepan, kata Wagub, Pemprov NTB berencana menyediakan rumah bahasa, untuk kursus bahasa Inggris, Toefl, Ielts dan lainnya. Tak hanya itu, Gubernur Zul juga menambahkan pada batch 3 pengiriman pelajar ke Polandia nantinya lebih mudah.

“Kita hanya ingin semangat dan tekat, enam bulan sebelum berangkat diajar bahasa inggris dulu sehingga kenekatan itu ada landasannya,” pungkasnya.

Momen Jangzulmi tidak hanya diisi dengan penyampaian masalah oleh warga. Perwakilan komunitas MC NTB menyampaikan kesiapan mereka untuk membantu Pemerintah Daerah dalam berbagai kegiatan yang ada. Kota Mataram saja sudah memiliki kurang lebih 35 MC dan itu belum mencakup semua MC di pulau Sumbawa.

“Intinya kami sangat mendukung acara pemerintah daerah dan siap untuk membantu,” kata Mumun perwakilan MC NTB.

Terakhir disampaikan perwakilan praja IPDN, Edgar meminta kebijaksanaan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali ketersediaan angkutan umum di Praya terutama kecamatan Leneng yang sekaligus menjadi lokasi kampus IPDN Regional NTB. Edgar sendiri berharap adanya keterlibatan Praja IPDN saat melaksanakan Praktik Lapangan (PL) terkait PRCC Biro Humas Protokol.

Seperti dijelaskan Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Najamudin Amy, program Jangzulmi ini merupakan ruang komunikasi publik yang diciptakan untuk membuka kanal antara pemerintah, OPD, stake holder terkait permasalahan yang ada di masyarakat.

Program Jangzulmi, kata dia, dilaksanakan setiap dua kali sebulan, yakni minggu kedua dan minggu keempat. Dengan demikian, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, ide, gagasan dan lainnya dapat langsung menyampaikannya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Usai acara Jangzulmi, Gubernur, Wakil Gubernur beserta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB meninjau langsung ruangan Biro Humas dan Protokol yang telah melaunching PRCC. (hs-ntb/mn-07)

Bagikan :