Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:19:28 am

Safari Dakwah TGB, Bedah Konsep Spiritual Kepemimpinan

Safari Dakwah TGB, Bedah Konsep Spiritual Kepemimpinan

MAGELANG - Menutup perjalanan safari dakwah selama 3 hari di Jateng dan DIY, Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi memberikan ceramah tentang Konsep Spiritualitas dalam Kepemimpinan dihadapan Rektor dan CivitasAkademika Universitas Tidar Magelang, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang dan tokoh masyarakat serta seluruh tokoh agama Kota Magelang, di KampusUniversitasTidar, Kota Magelang, Minggu (14/5/2017).

Dalam ceramah yang digelar pada acara silaturahmi tersebut, TGB menjelaskan bahwa konsep spiritualitas dalam kepemimpinan itu setidaknya menyangkut dua hal.Yaitu dari sisi konsep kepemimpinan yang memangdiberikan Allah SWT kepada manusia dan dari sisi nilai kepemimpinan.

Menurut doctor lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir ini mengatakan, kepemimpinan pada hakekatnya bersumber sepenuhnya dari Allah SWT, dan memang diciptakan Allah kepada manusia. Namun kepemimpinan juga membutuhkan ikhtiar manusia.

Sedangkan dari sisi nilai, TGB menjelaskan bahwa spiritualitas dalam kepemimpinan mengacu kepada seperangkat nilai untuk menjadi pedoman seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinan.

Nilai utama dalam Islam adalah Allah menciptakan nilai keadilan jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. "Itulah spiritualitas yang tinggi, menyadari keadilan adalah pesanTuhan," ungkapnya.

Menguti penjelasan ulama IbnuTaimiyah, TGB menyampaikan bahwa masyarakat Islam tanpa adanya nilai keadilan maka akan sulit maju. Sebaliknya,ada masyarakat yang tidak beriman kepada Allah namun karena disitu ada dimensi keadilannya maka mereka bisa mendapatkan kemajuan di duniaini.

Spiritualitas dalam kebijakan diwujudkan tidak hanya dalam tataran peraturan normal prosedural, tapi juga perlu adanya nilai substansi dan keberpihakan."Perlu ada keberpihakan kepada orang-orang yang memang memerlukan keberpihakan," tandas TGB.

Lebih lanjut, TGB menegas kan bahwa nilai spiritualitas dalam kepemimpinan dapat digunakan oleh siapapun dan dengan latar belakangan apapun. "Menegakkan keadilan dan memberikan pembelaannyata kepada orang yang memangharus dibela, itu bisa dilakukan oleh siapapun," ujarnya.

Sementaraitu, Rektor Universitas Tidar Magelang, Prof Dr Cahyo Yusuf MPd menilai Gubernur NTB adalah sosok pemimpin (umara’) sekaligus ulama yang dinilai mampu mensinergikan nilai-nilai spiritualitas islam di dalam kepemimpinan.

(hms-ntb/red)

^ KEMBALI KE ATAS