Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:13:41 am

Benarkah Harta Dibawa Mati?

Benarkah Harta Dibawa Mati?

H. Subhunnuri biasa dipanggil Bung Nuri kerap menjadi pembicaraan hangat yang tidak ada habis habisnya bagi warga. Dia adalah salah satu pengusaha muda yang sukses. Dibalik Kesuksesan Bung Nuri dikenal sebagai dermawan yang rendah hati. Murah senyum dan suka menolong. Lalu apa komentar warga tentang Bung Nuri?. Simak liputannya --oleh: Muhammad Taqwa.

Sepak terjang Bung Nuri mulai terungkap. Sejumlah warga berbicara. Seakan harta kekayaan tidak berarti bagi Bung Nuri. Disetiap warga mengalami bencana pasti Bung Nuri Nongol. Dia datang membawa bantuan cuma cuma. Membagi bagikan hartanya. Contohnya warga kota Bima, Provinsi NTB pernah mengalami bencana banjir melanda. Bung Nuri datang memberikan sejumlah bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Sejumlah warga menyambut kedatangan Bung Nuri di Bima bagaikan seorang pahlawan yang baru pulang dari medan pertempuran. Sejumlah bantuan diserahkan secara langsung kepada warga. Bahkan dia turut bergotong royong berbaur dengan warga. Doktor Syafrudin Dosen Unram menyebutnya Bung Nuri adalah sosok nyata. Orangnya didunia tapi tangan dan hatinya di Surga. Dia Berpacu dengan waktu berbuat baik. Beramal dan beribadah. Kerap menolong siapa saja yang membutuhkan. Bung Nuri selalu dekat dan sayang kaum papa. Setiap yang datang menemuinya ditawarkan dan disugukan makanan dan minuman. Sampai sampai warga menyebutnya Bung Nuri adalah cermin akhlak muslim sejati yang patut diteladani. Memiliki kharismatik dan sangat cocok untuk memimpin NTB yang penuh keragaman.

Bukan itu saja dalam segi pergaulan Bung Nuri memiliki akses yang luas. baik di pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dia dikenal dekat dengan rakyat. Ramah, santun dan murah senyum tanpa memandang status sosial, keturunan dan ras. Bung Nuri enak diajak bicara, dapat bicara santai hingga serius. Dia dapat menerima saran dan keritikan. Sangat supel, bijak dan demokratis. Menghargai pendapat orang lain. Walaupun tidak sejalan dengan pikirannya. Bung Nuri kelahiran Mataram NTB adalah putra terbaik bangsa, cerdas, memiiki wawasan luas serta dekat dengan elit politik. Dia bisa mempersatukan serta menjembatani berbagai agama, suku dan lainnya.

Menarik untuk diamati adalah sifat Bung Nuri yang suka menolong alias menyumbang. Tidak Pelit. Usaha/ bisnis sukses. Dia dan keluarga sehat, nyaman, makmur, bahagia, tenteram. Tetapi tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan. Sebagian harta kekayaan disumbangkan untuk membantu yang membutuhkan.Tidak takut hartanya habis untuk beramal dan dia tidak takut miskin karena hartanya diberikan kepada orang miskin. Dibagi bagikan kepada orang orang yang ditimpa musibah. Kegemarannya menyumbang dan hoby memancing ternyata dilakukan sejak lama. Berikut Jawaban Bung Nuri saat ditemui wartawan.

Anda salah tafsir kata Bung Nuri kepada wartawan yang menudingnya tidak cinta harta dan kekayaan. Saking cinta dan sayang kepada harta, dia bertekat untuk membawa mati sebanyak harta kekayaannya. Ayah dari 2 orang anak itu menginginkan harta kekayaannya dinikmati berlipat lipat di kubur dan di akhirat dalam kehidupan selamanya di surga kelak. Dia tidak mau berpisah dengan sejumlah aset dan harta yang milikinya. Sampai sampai putra NTB berwajah ganteng ini berguru kemana-mana. Hingga ke tanah suci Mekkah menunaikan ibadah haji sembari pergi mencari ilmu dan pengalaman agar hartanya dapat dibawa mati.

Bung Nuri belajar Alquran, belajar Hadis, belajar kepada para Ulama, Tuan Guru, Kiay, Ustadz, Ustazah dan kepada tokoh-tokoh bangsa. Agar harta kekayaannya dapat dibawa mati. Hasil ilmu yang diperolehnya Dia amalkan. Bung Nuri menjelaskan selama masih hidup harus kita selamatkan harta kekayaan supaya kita bawa mati. Caranya lanjut Bung Nuri harta kekayaan itu sebelum kita meninggal kita titip kepada fakir miskin, Yatim Piatu, titip pada pula di Masjid Masjid dan di Mushola Mushola. Titip pada Madrasyah. Titip pada Ponpes. Titip pada pejuang Fii Sabilillah. Titip pada orang orang yang mengalami musibah terutama yang miskin.

Bung Nuri menambahkan jangan lupa pula titip pada saudara kita karyawan karyawati yang sakit. Titip pada panti panti Jompo dan titip pula harta kekayaan itu kepada orang yang membutuhkan. Kita harus rajin beribadah. Menjalankan perintah Allah SWT menjauhi larangannya. Pada prinsipnya harta dan kekayaan itu adalah titipan Allah SWT kepada kita. Lalu kita titip lagi harta itu kepada orang lain. Tujuannya Apa? Kata Bung Nuri. Supaya harta kekayaan itu kita bawa mati. Kita tidak bisa bawa sendiri harta kekayaan itu kecuali kita harus titip melalui orang lain sebagai pegawai kantor pos atau bank akhirat supaya harta kekayaan itu kita dapatkan kembali diakhirat alias di surga. Kita hanya bisa bawa sendiri selembar kain kafan kata Bung Nuri calon Gubernur NTB yang jenius ini.

 

^ KEMBALI KE ATAS

Topik