Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:17:36 am

Foodstartup Indonesia, Upaya Tingkatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Foodstartup Indonesia, Upaya Tingkatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif

LOMBOK - Guna mendukung ekosistem subsektor kuliner di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar roadshow sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia di Kota Mataram.

“Harapan kami, acara ini mampu mengembangkan kuliner di Indonesia, memaksimalkan potensis foodstartup, membentuk ekosistem foodstartup, membuka akses permodalan pemerintah serta swasta, dan memasarkan produk ke pasar yang lebih luas termasuk pasar global,” ucap Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso, Senin (17/4/2017).

Menurutnya, FoodStartup sendiri terdiri dari pelaku bisnis yang berkecimpung dalam penyedia jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, mempunyai ide kreatif, memiliki inovasi produk, bisnis model, serta pemasaran, rekam jejak transaksi, mempunyai keunggulan dan tim yang tangguh dan berpotensi dikembangkan dalam skalabilitas dengan pertumbuhan yang tinggi serta menarik pemilik modal.

Bekraf sendiri telah menyelenggarakan roadshow sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia disejumlah Kota dan juga akan diadakan di Makassar, Surabaya dan Jakarta.

Pada kesempatan tersebut kegiatan yang dikaksanakan oleh Bekraf dihadiri oleh sejimlah pelaku usaha kuliner, pengusaha pendukung usaha kuliner, komunitas kuliner, praktisi kuliner, media publikasi, lembaga pembiayaan (skema pinjaman & skema investasi).

Pada sosialisasi kompetisi dan konferensi FoodStartup Indonesia di Mataram ini, Bekraf juga melakukan sosialisasi terkait perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan program kerja Deputi Fasilitai HKI dan Regulasi Bekraf dalam pengembangan subsektor kuliner dan yang terkait FoodStartup Indonesia yang disampaikan oleh Robinson Sinaga selaku Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf.

Bahkan nantinya bagi 62 startup akan difasilitasi untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi yang lolos dalam demoday ketika memaparkan atau memberikan presentasi proposal yang berisi profil produk dan ide kreatif produk serta latar belakangnya dan bagaimana membuat proposal dan itu akan menjadi nilai tambah.

"Selama ini HAKI kurang mendapat perhatian padahal itu menjadi nilai tambah bagi negara berkembang," ucapnya.

Tidak sampai disitu saja, para startup yang nanti lolos juga akan mendapatkan investasi dari para investor. "Pemilik modal sudah mendatangi kita dari mayoritas modal vantura, mereka ingin bergabung dengan Foodstartup Indomesia ingin melihat potensi para startup," ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non Kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif.

Bekraf sendiri mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi serta radio.

(jo/red)

^ KEMBALI KE ATAS