Menu
RSS

April 2017, Ekspor NTB Mengalami Penurunan

April 2017, Ekspor NTB Mengalami Penurunan

LOMBOK - Nilai ekspor provinsi NTB pada bulan April 2017 bernilai US$ 117.236.839, mengalami penurunan sebesar 13,57 persen jika dibandingkan ekspor pada bulan Maret 2017 yang bernilai US$ 135.640.406.

Kepala BPS NTB Endang Triwahyu Ningsih mengatakan bahwa faktor penyebab turunnya nilai ekspor provinsi NTB itu disebabkan oleh menurunnya ekspor barang tambang atau galian non migas.

"Kita berharap agar potensi mutiara kita diberdayakan untuk meningkatkan nilai ekspor agar tidak terpaku dengan tambang," kata Endang, di Mataram, NTB, Senin (15/5/2017).

Menurut Endang, jika dilihat dari jenis barang ekspor pada bulan April ini, paling besar adalah barang tambang atau galian non migas senilai US$ 116.582.267 atau sekitar 99,44 persen, lalu ikan dan udang sebesat US$ 419,480 atau sekitar 0,36 persen dan kemudian perhiasan atau mutiara senilia US$ 60.981 atau sekitar 0.05 persen.

Lebih lanjut Endang menjelaskan, pola terjadinya penurunan nilai ekspor provinsi NTB sama dengan pola pada tahun 2016 kemarin. "Pada bulan April tahun kemarin kita turun," ungkapnya.

Namun untuk negara tujuan ekapor provinsi NTB terbesar ditujukan ke negara Jepang sebesar US$ 47.265.658 (40,32 persen), lalu Philipina sebesar US$ 37.846.488 (32,28 persen) dan Korea Selatan sebesar US$ 31.492.265 (26,86 persen).

Sedangkan untuk nilai impor NTB pada bulan April 2017 ini bernilai US$ 2.642.032,nilai ini mengalami penurunan 68.33 persen dibandingkan dengan bulan Maret 2017 yang sebesar US$ 8.341.368.

Untuk asal negara impor berasal dari negara Jepang senilai US$ 1.376.836 (52,11 persen), lalu Singapura senilai US$ 682.947 (25,85 persen) dan Philipina senilai US$ 261.150 (9,88 persen). Sedangkan jenis barang yang di impor dengan nilai terbesar adalah karet dan barang dari karet senilai US$ 1.376.836 (52.11 persen), lalu bahan bakar mineral senilai US$ 682.947 (25,85 persen) dan bahan peledak senilai US$ 261.150 (9,88 persen).

(jo/red)

^ KEMBALI KE ATAS

Top 10 News