Menu
RSS

OJK : Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Keuangan Syariah Dunia

OJK : Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Keuangan Syariah Dunia

MATARAM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap agar Indonesia kedepannya bisa menjadi pusat industri keuangan syariah dunia. Pasalnya sampai saat ini industri jasa keuangan syariah Indonesia masih berada diperingkat ke-9 dunia.

"OJK berharap pada perbankan syariah untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam memperkenalkan industri keuangan syariah ditengah masyarakat," kata Kepala Departeman Perbankan Syariah OJK, Ahmad Soekro Tratmono, saat membuka acara pameran produk dan jasa perbankan syariah Islamic Bank (IB) Vaganza Mataram, di Lombok Eficentrum Mall (LEM), Jumat (19/5/2017).

Menurut Ahmad Soekro Tratmono, dengan adanya terobosan-terobosa baru untuk meningkatkan atau meraih minat masyarakat agar menggunakan jasa keuangan syariah harus terus dilakukan kepada masyarakat agar perkembangan industri jasa indsturi keuangan syariah terus maju.

Sampai saat ini diungkapkan Soekro, perkembangan jasa keuangan syariah secara nasional sebesar 5 persen, namun yang membanggakan perkembangan di NTB sekitar 7 persen melebihi rata-rata nasional. Bahkan untuk mendukung perkembangan industri keuangan syariah pada tahun 2015 lalu Presiden Jokowi juga telah melauncing mencintai keuangan syariah.

Jadi karena itulah, lanjut Soekro, OJK menggelar IB Vaganza Mataram sebagai bagian untuk terus mengenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan produk dan jasa layanan perbankan syariah.

Soekro menjelaskan sebagai industri yang relatif baru bertumbuh IB Vaganza dirasakan perlu diselenggarakan, dimana industri perbankan syariah nasional perlu terus melakukan sosialisasi dan edukasi publik agar produk serta jasa layanan syariah semakin beragam dan berdaya saing dapat dikenal dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang keunggulam produk dan jasa keuangan syaraiah yang sudah sama bagusnya, sama lengkapnya, sama modernnya sebagaimana produk konvensional.

"Tidak itu saja juga agar dapat berkontribusi secara nyata dan optimal dalam pertumbuhan dan perkembanhan perekonomian nasional yang berkesinambungan," ujarnya.

Sementara itu pelaksanaan IB Vaganza Mataram 2017 yang diprakarsai oleh perkumpulan Marketing Communication Perbankan Syariah Nasional yang tergabung dalam IB MarKom Working Group bersama OJK diikuti oleh sekitar 13 perbamkan syariah dan BPR Syariah, akan berlangsung mulai 19-21 Mei 2017.

Kota Mataram dipilih sebagai lokasi digelarnya IB Vaganza yang ketiga 2017, karena destinasi halal, potensi ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan Kota Mataram yang dikenal gencar mempromosikan wisata halal kelas dunia.

Karena itu diharapkan dengan branding pariwisata halal juga dapat disertai dengan tingginya pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah, mengingat penggunaan perbankan syariah dalam keseharian merupakan salah satu pendukung Halal Lifestyle.

Disampaikan juga bahwa adapun target selama berlangsungnya IB Vaganza Mataram pada number of account (NoA) ialah sebesar 3 ribu rekening dengan nominal Rp 5 milyar.

Sekda NTB DR Rosyadi Sayuti mengucapkan terimakasih karena telah memilih Mataram sebagai tempat dilaksanakannya IB Vaganza Mataram 2017 dan menjadi Kota ketiga tempat pelaksanaannya. Namun menurutnya bahwa trend pertumbuhab IB tidak seperti dibayangkan dan perlu dilakukan pengkajian lagi.

"Mungkin belum terlalu familiar dan perlu kita buat termologi yang mudah dipahami oleh masyarakat," ucapnya.

(mn07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Top 10 News