Menu
Minggu, 20 Mei 2018 | 9:41:37 pm

BPS Mencatat Jumlah Angkatan Kerja NTB Menurun

BPS Mencatat Jumlah Angkatan Kerja NTB Menurun

MATARAM - Jumlah Angkatan Kerja NTB pada Agustus 2017 sebanyak 2.396.169 orang, turun 124.505 orang dibanding Februari 2017 (semester lalu) dan turun 68.162 orang dibanding Agustus 2016 (setahun yang lalu). Komponen pembentuk Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.

Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2017 sebanyak 2.316.720 orang, turun 106.720 orang dibanding keadaan semester lalu dan berkurang 50.590 orang dibanding keadaan setahun yang lalu.

Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan bahwa jumlah pengangguran sebanyak 79.449 orang, mengalami penurunan sekitar 17.775 orang dibanding semester lalu dan berkurang sebanyak 17.572 orang dibanding setahun yang lalu.

"Sejalan dengan turunnya jumlah Angkatan Kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan," ungkap Endang, Senin (6/11/2017).


Menurutnya TPAK pada Agustus 2017 tercatat sebesar 68,49 persen, turun 4,13 persen poin dibanding semester lalu dan turun sebesar 3,07 persen poin dibanding setahun yang lalu.

Lanjutnya, penurunan TPAK disebabkan musim panen bergeser ke bulan September sehingga pekerja masih belum terserap dan tergolong sebagai bukan angkatan kerja.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan, dimana pada Agustus 2017, TPAK laki-laki sebesar 82,11 persen sementara TPAK perempuan hanya 56,18 persen.

Namun demikian, dibanding kondisi setahun yang lalu TPAK perempuan mengalami penurunan sebesar 5,80 persen poin sementara TPAK laki-laki juga mengalami penurunan sebesar 0,06 persen poin.

Sedangkan ketika dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2017, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 9,67 persen.

Untuk TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,43 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA.

Dimana mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,33 persen.

Selain itu kondisi ketenagakerjaan baik menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja sektor-sektor perekonomian yang ada. Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2017, penduduk NTB paling banyak bekerja pada Sektor Pertanian yaitu sebanyak 829.637 orang (35,81 persen), disusul oleh Sektor Perdagangan dan Jasa Kemasyarakatan masing-masing sebanyak 514.871 orang (22,22 persen) dan 363.364 orang (15,68 persen).

Dilihat berdasar tren sektoral, hampir tidak ada lapangan pekerjaan yang konsisten naik atau turun kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja. Kontribusi penyerapan tenaga kerja bergerak fluktuatif antar semesternya. Selama Agustus 2016–Agustus 2017, sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja adalah Sektor Industri (2,91 persen poin), Sektor Perdagangan (2,84 persen poin), Sektor Konstruksi (0,90 persen poin).

Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian (3,09 persen poin), Sektor Jasa Kemasyarakatan (1,56 persen poin), Sektor lainnya (listrik gas dan air minum ,Pertambangan dan Penggalian) (0,98 persen poin), Sektor Transportasi dan Pergudangan dan Komunikasi (0,88 persen poin), dan Sektor Keuangan (0,14 persen poin).

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Top News