Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:23:08 am

23 Pelaku IKM di NTB Resmi Kantongi Sertifikat Halal MUI

Direktur IKM PBKF Kementerian Perindustrian serahkan secara simbolis Sertifikat Halal kepada salah satu pelaku IKM NTB Direktur IKM PBKF Kementerian Perindustrian serahkan secara simbolis Sertifikat Halal kepada salah satu pelaku IKM NTB

LOBAR - Kementerian Perindustrian serahkan sertifikat halal kepada 23 pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) makanan, jenis produk aneka kue basah, aneka cemilan dan kripik, sambal, kopi hingga air minum dalam kemasan.

Para pelaku usaha IKM yang beruntung mendapatkan sertifikat halal yang difasilitasi oleh Direktorat Industri Kecil Menengah Pangan,Barang dari Kayu dan Funitur tersebut sebanyak 23 IKM Makan dengan jenis yaitu produk aneka kue basah, aneka cemilan dan kripik,sambal,kopi hingga air minum dalam kemasan.

Sertifikat halal diserahkan secarah langsung oleh Direktur IKM Pangan Barang dari Kayu dan Funitur (PBKF) Kementetian Perindustrian DR Sudarto, bertempat di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat, NTB, Kamis (16/11/2017).


Penyerahan sertifikat halal bagi 23 pelaku IKM tersebut disaksikan Kepala Dinas Perindustrian NTB, pihak MUI NTB serta para pelaku usaha yang IKM yang produknya mendapat sertifikat halal.

Sudarto menjelaskan bahwa sertifikat halal tersebut merupakan salah satu lembar pengesahan yang mampu membuktikan kompetensi dan kualitas produk.

"Maka menjadi kebutuhan penting bagi IKM untuk dapat memiliki sertifikat halal agar produk yang dihasilkan memiliki nilai lebih," ucapnya.

Langkah memfasilitasi sertifikat halal bagi para pelaku IKM ini juga sebagai bentuk dukungan dari Kementerian Perindustrian untuk memberikan keamanan, kenyamanan serta ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengkonsumsi dan menggunakan suatu produk.

Karena itulah lewat moment Lombok yang telah mendapat penghargaan "World's Best Halal Honyemoon Destination dan World's Best Halal Tourism Destination" diajang World Halal Travel Award 2015 lalu di Uni Emirat Arab itu akan semakin menajamkan posisi Lombok sebagai destinasi wisata halal kelas dunia.

"Kita bersyukur, Lombok yang mendapatkan dua pemghargaan tersebut sekaligus menjadi modal penting menarik wisatawan muslim mancanegara namun juga harus didukung dengan prasarana dan sarana termasuk juga makanan dan minuman yang memiliki sertifikat halal," ujarnya.

Maka peluang ekonomi tersebut ungkap Sudarto, harus diambil oleh seluruh masyarakat dengan membuat produk makanan dan minuman yang aman nyaman untuk dimakan dan tentunya secara lahir maupun batin.

Ia berharap kepada para pelaku IKM yang tentunya telah mengantongi sertifikar halal agar kedepannya memiliki cita cita untuk bisa memasarkan produk produknya tidak hanya ditingkat lokal namun juga harus bisa dipasarkan di bandara atau diatas pesawat hingga ditempat wisata, karena itu untuk mengantisifasi agar jangan sampai produk dari lokal sini tidak layak dipasarkan maka harus tetap menjaga, memenuhi standar dan tentunya harus memiliki sertifikat halal.

Terkait dengan harapan agar tahun depan lebih banyak lagi IKM yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan sertifikat halal, Sudarto mengatakan bahwa hal tersebut akan dicatat dan tentunya akan dipertimbangkan.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS