Menu
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:13:02 pm

Wagub Amin : Koperasi Harus Tumbuh Sehat dan Menyejahterakan

Wagub Amin saat  Rapat Anggota Tahunan Koperasi Katala Batu Hijau di Gedung Serba Guna Town Site, Kompleks PT AMAN Mineral Nusa Tenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (7/2/2018). Wagub Amin saat Rapat Anggota Tahunan Koperasi Katala Batu Hijau di Gedung Serba Guna Town Site, Kompleks PT AMAN Mineral Nusa Tenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (7/2/2018).

MATARAM - Wakil Gubernur (Wagub) NTB H Muh Amin mengatakan koperasi baru dikatakan berhasil apabila koperasi tersebut tumbuh dan berkembang dengan sehat, jauh dari masalah serta memberikan kesejahteraan kepada anggotanya.

Hal itu disampaikan Wagub Amin saat Rapat Anggota Tahunan Koperasi Katala Batu Hijau di Gedung Serba Guna Town Site, Kompleks PT AMAN Mineral Nusa Tenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (7/2/2018) kemarin.

Karena itu, Wagub kelahiran Sumbawa itu berharap koperasi Katala mampu memberikan trobosan dan program kerja inovatif melalui kerjasama dengan PT Aman Mineral Nusa Tenggara. Selain itu, Wagub meminta PT Aman MNT dapat mberikan dukungan agar koperasi tersebut tumbuh dengan baik dan dapat memberikan kontribusi, tidak hanya bagi anggota tetapi juga kepada daerah. Sebab, PT. Aman MNT memiliki unit usaha yang dapat dikerjasamakan.

Selain itu, Wagub juga menyampaikan bahwa koperasi Katala Batu Hijau merupakan salah satu koperasi berprestasi yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Setidaknya, koperasi yang ada di NTB berjumlah 4.406 Unit Usaha, 631.734 orang anggota serta memiliki total aset sekitar 1,8 Triliun.

Dengan jumlah aset yang cukup besar itu menurut Wagub dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah dalam rangka menurunkan angka kemiskinaan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahtaran. “Saya berharap ini terus ditingkakan,” harap Wagub

Sedangkan aset yang dimiliki Koperasi Katala saat itu sudah menembus angka 37,3 Miliar. Menurut Wagub, aset tersebut merupakan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan guna kepentingan para anggota. Sebab, anggota koperasi merupakan User atau pengguna yang ada di lingkungan pertambangan. Wagub mengapresiasi acara rapat tahunan yang di selenggarakan setiap tahun dan ini merupakan momentum bagi anggoat untuk memberikan masukan kepada pengurus Koperasi, karena hidup dan matinya koperasi tergantung anggota.

“Dengan adanya koperasi yang sehat dan mandiri dapat memberikan akses kepada perbankan untuk memberikan permodalan,” tegasnya seraya meminta kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB untuk terus memberikan pembinaan.

Pada tempat yang sama, Ketua Koperasi Katala Batu Hijau, Masra Jayadi, SE,MP menyampaikan sejumlah prestasi yang telah ditorehkan oleh Koperasi Katala. Yaitu, Koperasi Terbaik No. 1 Provinsi NTB dari Gubernur NTB Tahun 2003, penghargaan Koperasi berprestasi Nasional Kelompok Konsumen Tahun 2003dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Penghargaan Bhakti Koperasi dan UMKM Tahun 2006, Koperasi Berprestasi Nasional Tahun 2010, Penerima Koperasi Award Tahun 2010 serta Koperasi Berprestasi Nasional Tahun 2016. Menurutnya, koperasi Katala sudah tiga kali meraih predikat sebagai kopersi terbaik tingkat nasional.

Masra Jayadi juga melaporkan bahwa koperasi Katala Batu Hijau adalah koperasi yang telah melalui Auditor Independen dari Kantor Akuntan Public HBA, tanggal 31 Desember 2017. Dari audit tersebut, laporan keuangan Koperasi Katala Batu Hijau merupakan laporan yang sesuai dengan standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik Indonesia dengan peridikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Hadir dalam rapat tersebut antara Kepala Dinas Koperasi Propinsi NTB, Kepala Dinas Koperindag KSB, General manager PT AMAN MNT, Kadis Tenaga Kerja KSB dan Seluruh Pengawas Koperasi Katala.

(hms-ntb/mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS