Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:23:49 am

Peluang dan Tantangan Politik Paket Perempuan

Peluang dan Tantangan Politik Paket Perempuan

MATARAM - M16 menilai paket paslon perempuan-perempuan perlu diatensi dan di apresiasi karena akan menjadi daya tarik yang kuat dalam konstestasi pilkada ini. Jika benar Demokrat dan PDIP berkoalisi, kemungkinan besar Siti Rahmi akan berpasangan dengan Putu Selly Andayani dari PDIP. Dan jika terjadi akan makin mendinamisasi konstalasi politik dengan adanya poros politik yang baru ini.

Kenapa paket perempuan-perempuan menarik ?. Pertama, jika hal tersebut terjadi, maka itu pertama dalam sejarah Pilkada NTB akan paket Perempuan. "Disinilah nilai estetika politiknya ada duo perempuan yang bertarung dan diberi kepercayaan untuk berlaga dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dimiliki," ujar Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH, seraya menambahkan ekspektasi publik makin kuat dengan paket ini mengingat keduanya memiliki kapasitas dan kredibilitas yang tanpa cela.

Kedua, lanjut Didu panggilan akrab Direktur M16, koalisi PDIP dan Demokrat mencerminkan aliansi Nasionalis dan Religius yang bisa menyatukan semua entitas yang ada di NTB. "Ini koalisi yang ramping dan simple yang memudahkan pergerakan di basis-basis konstituen," ujarnya.

Apalagi dalam Pilkada 2013, Demokrat dan PDIP sudah pernah berkoalisi ketika memenangkan paket TGB-Amin. "Jadi sudah punya pengalaman dan tahu karakter masing -masing loyalis vottersnya dan konsentrasi pemilihnya," tambahnya.


Daya tarik lain paket SS ini dari sisi moral tidak memiliki cacat hukum dan memiliki track record yang baik. "Mereka adalah srikandi-srikandi yang akan menjadi the rising star dalam pilkada ini asal diberi kepercayaan dan mandat oleh partainya," imbuh Didu.

Sementara tantangan politik paket Perempuan ini pasti ada dengan mendelegitimasi peran kaum perempuan dengan berbagai taktik. "Jika hal tersebut terjadi, tidak perlu terprovokasi. Cukup dilawan dengan kerja nyata di basis, biar konstituen yang menilai sendiri," jelas Didu.

Meskipun secara elektabilitas paket SS belum teruji, tapi dengan sisa waktu 7 bulan pasti akan ada peningkatan popular vote ataupun elektabilitas dengan kerja-kerja politik yang rapi dan terukur. "Yang penting jumlah pemilih perempuan lebih besar dari pemilih laki-laki," kata Didu lagi.

Paket SS ini diprediksi akan mudah menarik simpati pemilih karena kekuatan marwah masing-masing figur ini. Siti Rahmi akan diperjuangkan secara maksimal oleh TGB, NW, Demokrat. "TGB dan NW harus bisa memastikan bahwa tongkat estafet kepemimpinannya harus jatuh kepada orang yang bisa melanjutkan kesinambungan program pembangunan yang belum sempat dituntaskan dieranya," sambungnya.

Selanjutnya Didu menambahkan Hj Putu Selly Andayani akan diback up penuh oleh PDIP dan loyalisnya karena dianggap kader perempuan PDIP yang memiliki kemampuan dan skill yang dalam memimpin.

Lebih jauh dikatakannya, Putu Selly terbukti saat menjadi penjabat Walikota Mataram 2015 lalu, melakukan serangkaian terobosan dan kebijakan birokrasi di Pemkot Mataram tanpa menimbulkan gejolak politik yang berarti, seperti menaikkan uang TAPD pegawai tanpa harus mengotak atik komposisi jabatan pegawai. "Etos kerja birokrasi di Mataram menjadi terpacu dengan gaya kepemimpinan Putu Selly saat itu," tandas Didu.

Terakhir Bagaimana kelak paket SS ini meraih simpati dan suara pemilih tentu harus dibarengi dengan taktik dan strategi yang jitu, dan cerdik melihat setiap celah dan peluang politik yang ada," pungkasnya.

(mn-09/mn05)

^ KEMBALI KE ATAS