Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:20:45 am

Mengenal Ponpes Nurul Islam Sekarbela, Ponpes Aswaja Termuda di Kota Mataram

Pimpinan Ponpes Nurul Islam Sekarbela, Hj Wartiah . Pimpinan Ponpes Nurul Islam Sekarbela, Hj Wartiah .

MATARAM - Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkenal dengan sebutan “Pulau Seribu Masjid”. Sebutan ini tidaklah berlebihan mengingat populasi penduduk di pulau pedas ini hampir 90 persen memeluk agama islam yang taat, selain itu nuansa islami juga sangat terasa di pulau yang di kenal juga dengan sebutan “Sunda Kecil” tersebut.

Pusat pendidikan islam tersebar hampir di seluruh pelosok di pulau yang populasi penduduknya mencapai tiga juta jiwa ini. Pondok pesantren tempat menggembleng akhlak dan meningkatkan pengetahuan agama hampir terdapat di setiap pelosok pulau kecil ini. Tidak terkecuali di Kota Mataram. Sebagai ibu kota provinsi dengan populasi penduduk yang heterogen dengan pemeluk agama yang beraneka ragam juga tidak meninggalkan ciri khas pulau lombok yang islami. Beberapa pondok pesantren berdiri dan istiqomah memberikan pelajaran agama serta menggembleng akhlak generasi muda sehingga kelak menjadi insan yang mempunyai pengetahuan luas di bidang agama serta ilmu akademis formal lainnya.


Salah satu pondok pesantren (ponpes) yang cukup terkenal dan di segani adalah Pondok Pesantren Nurul Islam yang terletak di Jalan Swasembada No 120 Kekalik, Sekarbela, Mataram, NTB. Ponpes ini Didirikan pada Juli 2014 dan menjadikan ponpes ini sebagai ponpes termuda di Mataram.

Meskipun terbilang sebagai ponpes termuda di Kota Mataram namun popularitas ponpes yang di pimpin Hj Wartiah ini cukup di segani. Betapa tidak para pengasuh ponpes ini merupakan ustadz yang memiliki pengetahuan di bidang agama yang mumpuni. Sebut saja ustadz Fathoni MPd, ustadz H Tahkim MPdI, ustadz H Fakhrurrozi Lc, ustadz H Siswadi Lc MA, ustadz Zulkifli MHI, ustadz Damanhuri SPd, dan ustadz H Ubaidillah.

Ponpes Nurul Islam merupakan ponpes yang berafiliasi ke NU, sehingga menjadi salah satu ponpes Aswaja yang ada di Kota Mataram. Pimpinan ponpes Nurul Islam Hj Wartiah menjelaskan ponpes Nurul Islam tidak hanya fokus pada pengembangan nilai-nilai islam tetapi proses pembelajaran juga di sesuaikan (ekuivalen) dengan perkembangan zaman. Sehingga tidak heran ponpes ini juga merupakan ponpes modern yang ada di Kota Mataram.

“Kami tidak hanya fokus pengembangan dan peningkatan nilai-nilai keislaman, namun kami juga mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk membekali santri dan santriwati dikehidupan dunia mereka kelak. Sementara itu, kehidupan ponpes membekali mereka supaya memiliki pedoman hidup berdasarkan syariah islam, Ahlusunnah Wal Jamaah.” paparnya.

Kini ponpes Nurul Islam di percaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Konbes NU dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama yang akan di gelar pada tanggal 23 hingga 25 November 2017. Sejumlah persiapan untuk mendukung dan menyukseskan agenda nasional terus di kebut.

Ponpes Nurul Islam bahkan telah menyediakan 15 kamar sebagai tempat menginap peserta konbes dan munas. Selain menyiapkan akomodasi Ponpes Nurul Islam juga menyediakan ruang sekretariat, penyediaan toilet yang berstandar hingga ruang media center bagi jurnalis yang melakukan peliputan.

Agenda yang akan di gelar di ponpes Nurul Islam adalah sidang komisi organisasi. Selain ponpes Nurul Islam ponpes lainnya yang menjadi lokasi acara adalah Ponpes Darul Falah dengan agenda Sidang Bas'ul Masail, Ponpes Darul Qur'an dengan agenda sidang komisi rekomendasi, Ponpes Al Halimy dengan agenda sidang program kerja dan yang terakhir Ponpes Darul Hikmah sebagai posko panitia pusat. Serta sekretariat PW NU sebagai tempat registrasi seluruh peserta.

Ponpes Nurul Islam sendiri mendapat jatah peserta sebanyak 99 orang, keamanan 25 orang dan sisanya dari santri yang ada di ponpes Nurul Islam.

(mn-05/r3)

^ KEMBALI KE ATAS