Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:20:19 am

Cerita Dibalik Banser Mengawal dan Mengamankan Agenda Akbar NU di Lombok

Cerita Dibalik Banser Mengawal dan Mengamankan Agenda Akbar NU di Lombok

MATARAM - Jelang sore, Rabu 22 November 2017, sebelum pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 dibuka Presiden Jokowi di Masjid Hubbul Wathon Islamic Centre Nusa Tenggara barat, di Mataram. Ratusan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NTB disebar mengawal dan mengamankan Pawai Ta'aruf dan pembentangan bendera raksasa NU berukuran 40 × 60 meter.

Pawai Ta'aruf NU tersebut dihadiri Mustasyar PBNU TGH LM Turmudzi Badarudin, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Syiradj, Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, Menpora Imam Nahrowi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Ketua PW NU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur serta diikuti sekitar 15 ribu peserta Pawai Ta'aruf.


Tiba waktunya pelepasan peserta pawai, terlihat iring-iringan peserta yang menyemut di sepanjang jalan dari depan Islamic Centre melewati jalur utama menuju lapangan umum Sangkareang. Berjarak sekitar puluhan meter dari panggung utama pelepasan peserta pawai, disetiap sudut jalur utama disebar pasukan pengaman Banser.

Ditengah antusias peserta pawai yang turut memeriahkan agenda Akbar NU di Lombok tersebut, tidak heran jika ada aksi-aksi seperti jambret terjadi. Aksi jambret nyaris lolos dari pengamanan. Namun berkat kesigapan anggota Banser yang mengawal dan mengamankan agenda Akbar NU itu, aksi jambret akhirnya tidak bisa lolos dan berhasil diamankan Banser.

Ceritanya, ketika peserta pawai Ta'aruf mulai dilepas, iring-iringan peserta yang menyemut pun terus berjalan. Saat itu lah salah seorang yang telah menjambret sebuah handphone (HP) milik peserta pawai, diendus pasukan Banser. Meski gelagat jambret tercium anggota Banser, tetapi tidak langsung diamankan. Hanya memberikan respon melotot sambil memantau aksi pelaku yang merasa aksinya telah diketahui pasukan Banser.

Merasa aksi jambretnya diendus pasukan Banser, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan menerobos barisan peserta pawai. Namun tidak dibiarkan lolos begitu saja oleh pasukan Banser. Tepat dipinggir pagar halaman Masjid Hubbul Wathon Islamic Center, meski pelaku jambret membuang handphone hasil jambretannya, namun pasukan Banser tetap mengamankan pelaku dari amukan massa yang sedang ramai di lokasi kejadian.

Setelah disergap pasukan Banser, pelaku jambret diserahkan di pos pengamanan Polisi dan TNI yang tidak jauh dari lokasi jambret ditangkap. Alhasil jiwa pelaku diselamatkan Banser dari amukan massa yang satu-persatu mulai tertuju perhatiannya terhadap penangkapan pelaku jambret oleh Banser tersebut.


Hujan Deras Tanpa Jas, Banser Tetap Berdiri Mengawal Ulama


Penutupan agenda Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Lombok, yang berlangsung di halaman Ponpes Darul Qur'an Bengkel Lombok Barat, pada Sabtu 25 November 2017. Dihadiri langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para Ulama, Kiai serta para peserta dari seluruh Nusantara.

Ketika penutupan agenda Akbar NU di Lombok Barat itu dimulai, hujan deras mengguyur lokasi acara. Petugas keamanan dari TNI, Kepolisian terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan di jalan dengan menggunakan jas hujan.

Penampakan berbeda saat Banser turu mengawal dan mengamankan penutupan agenda Akbar NU itu. Meski diguyur hujan deras, anggota Banser turut mengamankan kegiatan tersebut, tanpa jas hujan tidak mengeluh dan terlihat semangat melawan guyuran hujan deras. Anggota Banser tetap menjalankan tugas membantu Polisi dan TNI, berjibaku mengurai kemacetan jalan dilokasi acara.

Kasatkorwil Banser NTB, Saifullah menegaskan bahwa anggota Banser selalu siap mengawal dan mengamankan agenda NU. Seperti pada agenda Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Lombok. Smua kekuatan mulai dari arus bawah yang militan diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan agenda Akbar NU tersebut.

"Kami bersyukur semua berjalan sukses dan lancar, khususnya Banser karena ada nilai militansi kuat yang tertanamkan dalam jiwa pasukan Banser," tegasnya.



(mn-05/r3)

^ KEMBALI KE ATAS