Menu
Rabu, 20 Juni 2018 | 3:30:26 am

Ribuan Butir Tramadol Disita TNI di Gelogor

Ribuan Butir Tramadol Disita TNI di Gelogor

LOBAR – Aparat TNI dari Koramil Gerung dan Kodim 1606 Lombok Barat (Lobar) bersama masyarakat Gelogor Kecamatan Kediri berhasil mengamankan warga Kediri inisial (T) pada Jumat 18 Agustus 2017 sekitar pukul 20.00 WITA di Gelogor Selatan.

T, diduga sebagai pelaku pengedar Tramadol. Dari T, aparat berhasil menyita 7 ribu lebih butir Tramadol dan jenis obat lain yang sejenis. Tramadol ini disembunyikan di dalam koper, jok motor dan di dalam rumah pelaku. Pelaku kini diamankan di Polres Lobar untuk menjalani proses hukum.

Danramil Gerung Kapten Inf. Marito bersama Pasi I Intel Kodim Agung Rai menjelaskan, penangkapan pelaku terduga pengedar Tramadol ini bermula dari informasi masyarakat sekitar yang resah dengan peredaran Tramadol di wilayah setempat. Masyarakat telah melapor ke aparat kepolisian terdekat, namun belum direspons, sehingga TNI pun langsung bergerak melakukan penggebekan.

Pihaknya meminta agar petugas Babinsa dan masyarakat memantau kondisi di sekitar lokasi. Setelah itu barulah pihaknya bergerak ke lokasi, ia tak menunggu besok sebab jika menunggu waktu pasti penggerebekan ini akan bocor. Setelah menghubungi kadus dan kades setempat, pihaknya bersama anggota TNI langsung ke lokasi. Sasaran sendiri terihat masih mondar-mandir di sekitar lokasi, sehingga pihaknya menunggu waktu untuk menangkap pelaku.

Sebab jika pelaku ditangkap di jalan, dikhawatirkan pelaku dengan cepat menghilangkan barang bukti (BB) di rumahnya. Akhirnya sekitar pukul 22.00 wita, pihaknya memantau pelaku masuk ke dalam rumah. Setelah itulah, tim menggerebek pelaku ketika berada di dalam rumah.

“Dari dalam rumah pelaku insial T, kami amankan 7 ribu butir tramadol yang disimpan di lemari rumah, jok motor dan kolong tempat tidur,” tutur Marito.

Tramadol yang berhasil diamankan sebanyak 7.070 butir. Pelaku menyimpan dibawah kolong tempat tidur, lemari dan jok kendaraan. Semua BB ini lalu dikumpulkan sehingga total mencapai ribuan. Ketika ditangkap pelaku awalnya tidak mengakui bahwa Tramadol itu miliknya.

Namun setelah diklarifikasi lebih keras barulah pelaku mengaku. Pelaku jelasnya baru 10 hari membeli obat Tramadol dari pemasok bandar inisial A yang diketahui tinggal di wilayah Gunungsari.

Mengetahui informasi itu, pihaknya bergerak ke lokasi alamat dimana bandar dimaksud, namun setetah digerebek pelaku pemasok tersebut kabur sehingga tidak ditemukan di rumahnya. Menurut pengakuan pelaku jelasnya, obat ini dibeli Rp 40 juta dari bandar. Pelaku T diduga mengedarkan Tramadol ke wilayah Kediri dan sekitarnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS