Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:21:27 am

Ribuan Ekor Burung Selundupan di Lembar, Berhasil Digagalkan Polres Lobar dan BKSDA

Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi, saat mengecek ribuan burung yang berhasil diamankan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi, saat mengecek ribuan burung yang berhasil diamankan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

LOBAR - Jajaran Polres Lobar bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB berhasil mengamankan penyelundupan 2.400 ekor burung berbagai jenis di Pelabuhan Lembar pada Minggu malam kemarin. Rencananya, ribuan burung tersebut akan dibawa ke Bali menggunakan truk sedang dengan Nopol DK 8223 OK.

Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi kepada wartawan di Polsek KP3 Lembar, Senin (8/1/2018) keamrin, menjelaskan pihaknya berhasil mengamankan seorang sopir truk berinisial MY yang mencoba membawa ribuan ekor burung ke Bali.

Diketahui, truk datang dari kawasan Bertais Mataram. “Setelah digeledah, didapati 25 kotak dan 34 keranjang yang berisi ribuan ekor burung,” ungkapnya.

Setelah diperiksa, ternyata berisi ribuan burung yang tidak dilengkapi dengan dokumen, baik itu dari Balai Karantina Hewan maupun dari BKSDA NTB.

Saat ini jajaran Polres Lobar bekersama dengan BKSDA masih mendalami hal tersebut, baik itu asal burung maupun tujuan ribuan ekor burung tersebut akan dikirim. "Kita masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Terkait ketujuh jenis burung tersebut, Heri merinci yakni 30 ekor burung Srigunting, 1300 ekor burung Kecial Kuning, 150 ekor burung Kecial Gunung, 50 ekor burung Gelatik Batu Abu, 150 ekor burung Kelincer, 600 ekor burung Beranjangan Jawa, dan 120 ekor burung Beranjangan Kepala Kuning. “Totalnya sebanyak 2.400 ekor burung,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie menambahkan, ribuan ekor burung yang berhasil diamankan itu bukan merupakan jenis burung yang dilindungi. Namun, jika burung burung tersebut dikirim ke luar daerah, maka harus dilengkapi dengan dokumen lengkap. “Jadi burung itu disita oleh Negara dan akan dilepas kembali ke alam bebas,” katanya.

Darsono mengatakan, karena masih dalam proses penyelidikan, pihaknya masih belum mengetahui pasal yang akan dikenakan. Hanya saja, jika diperdalam pengiriman burung ke luar daerah tanpa dokumen itu melanggar PP nomor 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar pasal 1, 2 dan 3. “Nanti pelaku akan dikenai sanksi administrasi dan burung itu akan disita oleh Negara,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Propinsi NTB, Lalu Muhammad Fadli menyatakan bahwa setidaknya ada tujuh jenis dari 2.400 ekor burung yang berhasil diamankan. Hanya saja, ribuan ekor burung itu bukan termasuk burung yang dilindungi.

“Namun perlu diketahui bahwa NTB tidak memiliki kuota untuk pengiriman burung ke luar daerah. Dan itu sama sekali tidak ada izin dari kami,” tegasnya.

Fadli juga menyatakan, jika dari tujuh jenis burung atau ribuan ekor burung yang diamankan terdapat satu ekor saja yang dilindungi, maka pelaku akan disangkakan melanggar PP nomor 7 tahun 2003 tentang Satwa yang dilindungi. “Hari ini burung-burung itu akan dilepas di Kerandangan,” pungkasnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS