Menu
Senin, 24 September 2018 | 10:05:07 pm

Pengungsi di Mataram Mulai Terancam Penyakit DB Malaria dan Diare

Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito dan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawan memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Kota Mataram yang mengagendakan evaluasi terkait keseluruhan proses yang sudah dan akan dilakukan dalam tahapan-tahapan penanganan. Rapat koordinasi digelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Selasa (04/09/18), dihadiri jajaran pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram, camat, dan lurah, khususnya yang warganya terdampak parah akibat rentetan gempa bumi dan gempa susulan yang melanda Pulau Lombok dalam satu bulan belakangan serta membawa dampak cukup berat di Kota Mataram. Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana didampingi Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito dan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawan memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Kota Mataram yang mengagendakan evaluasi terkait keseluruhan proses yang sudah dan akan dilakukan dalam tahapan-tahapan penanganan. Rapat koordinasi digelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Selasa (04/09/18), dihadiri jajaran pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram, camat, dan lurah, khususnya yang warganya terdampak parah akibat rentetan gempa bumi dan gempa susulan yang melanda Pulau Lombok dalam satu bulan belakangan serta membawa dampak cukup berat di Kota Mataram.

MATARAM - Pasca bencana gempa bumi khususnya di Kota Mataram, hingga saat ini warga masih trauma dan tetap memilih tinggal di titik-ttik kumpul membangun tenda tempat mengungsi.

Ancaman yang dikhawatirkan dapat terjadi terhadap pengungsi adalah ancaman kesakitan massal, atau yang terkait kondisi kesehatan pengungsi. Mengingat saat ini pengungsi mulai terkena penyakit seperti Demam Berdarah (DB), Malaria, Diare, dan lain sebagainya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengakui bila warga pengungsi di Kota Mataram berada dalam ancaman kesakitan massal.

Bukan saja secara fisik, kata Mohan, melainkan juga secara psikis sehingga sampai saat ini banyak warga tetap memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian yang rentan oleh jangkitan penyakit daripada kembali ke rumah masing-masing.

“Memang sulit untuk mengajak masyarakat kembali kerumah. Jadi biar nanti alam yang sudah membawa mereka keluar, alam juga yang akan membawa masuk kembali kerumah”, ucap Mohan, dalam Rakor Percepatan Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi di Kota Mataram yang mengagendakan evaluasi terkait keseluruhan proses yang sudah dan akan dilakukan dalam tahapan-tahapan penanganan, yang di gelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (04/09/18),

Namun demikian, lanjut Mohan, setelah semua masalah-masalah spesifik tertangani dan pembersihan di area yang terdampak juga telah dilakukan, warga yang masih tinggal di titik-titik kumpul diharapkan untuk meninggalkan titik kumpul, masuk ke dalam kampung, atau bila memungkinkan kembali ke lahan masing-masing.

Dengan demikian lambat laun warga akan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala, roda ekonomi dapat kembali bergerak, karena secara psikologis akan lebih nyaman bila warga berada di rumah sendiri.

“Saat ini masyarakat menggantungkan diri pada pemerintah, jadi apa yang menjadi amanah harus segera diselesaikan. Tolong yang dibicarakan hari ini segera di follow up oleh OPD terkait”, tegasnya.

Sementara dilaporkan Asisten I Setda Kota mataram, Lalu Martawang, seluruh proses tanggap darurat telah berakhir pada tanggal 26 Agustus 2018 dan sudah diperpanjang sampai tanggal 26 Februari 2019 untuk proses pemulihan. Untuk dana stimulan bagi warga Kota Mataram yang rumahnya terdampak, sampai saat ini telah ditransfer untuk 122 unit rumah yang pemiliknya siap membangun kembali rumahnya.

Dalam rapat yang diikutinya bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, Martawang mengatakan bahwa harus segera dibentuk tim transisi yang khusus di Kota Mataram diusulkan pula pokja khusus untuk menangani masalah recovery sosial atau dalam hal ini pemulihan ekonomi. “Harus ada di Kota Mataram, sebab kalau tidak akan berdampak ke daerah lain”, lapornya.

Dalam rapat koordinasi (Rakor) tersebut, hadir seluruh jajaran pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram, camat, dan lurah, khususnya yang warganya terdampak parah akibat rentetan gempa bumi dan gempa susulan yang melanda Pulau Lombok dalam satu bulan belakangan serta membawa dampak cukup berat di Kota Mataram.

(hms-mtr/red)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom | Rilis Pers | Opini


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Redaksi

Selalu Terhubung :