Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:15:11 am

Mohan Resmikan Kampung Kreatif Sampah Terpadu

Mohan Resmikan Kampung Kreatif Sampah Terpadu

MATARAM - Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana meresmikan Kampung Kreatif Sampah Terpadu (Kawis Krisant) Lingkungan Selaparang Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan pada Rabu 26 September 2017.

Acara peresmian Kawis Krisant dihadiri inisiator Kawis Krisant sekaligus Ketua Bank Sampah Nusa Tenggara Barat Mandiri Aisyah Odist, General Manager PT. PLN Nusa Tenggara Barat H. Mukhtar, serta segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Kota Mataram.

Dalam sambutan Mohan memberikan apresiasi khusus kepada General Manager (GM) PLN NTB H. Mukhtar atas pendampingan yang diberikan. Mohan juga menambahkan bahwa satu hal yang tak kalah penting adalah atas dukungan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan Selaparang.

Apa yang telah dilakukan menurutnya, tidak hanya popular di kawasan Kota Mataram saja tapi juga di Mancanegara yang memiliki perhatian khusus,dan hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. “Saya selalu berharap hal ini dapat ditularkan ketempat lain”, ucapnya.

Selain itu mohan juga mengatakan bahwa persoalan sampah selalu menjadi pembahasan karena akan selalu menjadi permasalahan di sepanjang aliran sungai yang langsung bermuara di laut, sehingga penumpukan sampah terjadi di ampenan.

“Sekuat apapun kekuatan pemerintah tanpa adanya dukungan dari masyarakat semua tidak ada artinya”, tandas Mohan.

GM PT. PLN NTB, H. Mukhtar, mengatakan bahwa PLN NTB memiliki kewajiban dan tanggung jawab sosial yang salah satunya kerjasama dengan bank sampah NTB Mandiri yang menjadi awal mula keberadaan Kawis Krisant. Kerja sama yang telah dilakukan selama ini menurutnya telah memberikan manfaat kepada masyarakat. Sehingga pengunjung Kawis Krisant tidak hanya dari masyarakat lokal tapi dari seluruh Indonesia, bahkan Mancanegara.

“PLN sangat mendukung kredibilitas teman teman. Kedepan PLN berharap kawasan ini menjadi kawasan masyarakat tertib listrik dan menjadi kawasan identik PLN”, harapnya.

Sementara inisiator Kawis Krisant yang juga merupakan Ketua Bank sampah NTB Mandiri Aisyah Odist mengatakan, empat bulan yang lalu kampung ini adalah kampung yang kumuh karena langsung berhadapan dengan Kali Jangkuk. Namun dapat dilihat saat ini kampung teresebut mampu berubah menjadi kampung wisata.

Aisyah juga menjelaskan selama enam tahun telah dirinya mengelola sampah dan mengajukan program kepada PLN untuk membuat Kawis Krisant, serta mengajak para pemimpin untuk bisa merubah sampah dan kampung menjadi pusat belajar dan wisata, menjadi kampung percontohan, meskipun sampai saat ini pengelolaan sampah masih kurang maksimal.

“Mari sinergikan masyarakat LSM dan Bank Sampah yang sudah ada, Bank sampah NTB Terpadu buka dari hari Senin-Sabtu pada jam 10.00-16.00 WITA untuk menerima masyarakat untuk belajar bersama mengelola sampah”, ajaknya.

Disampung itu lanjut Aisyah, sampah organik bisa disetor dan dijadikan kompos, sedangkan yang unorganik bisa didaur ulang. Diantara sampah yang diolah, hanya 20% yang kimia dan itupun sudah ada yang mengelola. Setelah acara peresmian, acara dilanjutkan dengan meninjau sektor-sektor yang ada di Kampung Kawis Krisant. Antara lain sektor bank sampah, sektor taman pintar, panggung mincing, dan juga rumah kompos yang masih dalam tahap finishing.

(r3/hms-mtr)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik