Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:10:49 am

Panwaslu Kota Mataram Ancam Pidanakan Kampanye Negatif di Medsos

Panwaslu Kota Mataram Ancam Pidanakan Kampanye Negatif di Medsos

MATARAM - Mengingat kampanye negatif apalagi berbau SARA di media sosial (medsos) dinilai memiliki daya rusak yang tinggi, Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Mataram akan fokus mengantisipasi kampanye negatif melalui medsos dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Anggota Panwaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan bahwa khususnya di Kota Mataram selain terkait dengan persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan persoalan tahap pungut hitung, pihaknya juga akan waspadai kampanye hitam lewat medsos.

"Kita akan mengantisipasi betul, karena isu berbau SARA dan kampanye negatif dalam pilkada sering digunakan karena itu akan terus mewaspadai," kata Hasan dalam acara FGD Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam rangka persiapan pengawasan proses pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 yang digelar oleh Panwaslu Kota Mataram, pada Jumat 27 Oktober 2017.


Karena itu ia mengintakan kepada semua pihak agar selalu berhati-hati dan tidak melakukan kampanye hitam apa lagi berbau SARA menggunakan media sosial jika tidak mau diproses hukum.

"Kami ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa kampanye yang mengandung isu SARA dan kampanye hitam bisa dipidana," tegasnya.

Lanjut Hasan, maka sudah menjadi kewajiban semua pihak termasuk partai politik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan kelompok masyarakat lainnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak perlu lagi melakukan kampanye hitam karena pidana sudah menunggu.

Jika nantinya didalam pengawasan yang dilakukan ditemukan kampanye hitam dan berbau SARA lewat medsos, pihak Panwaslu akan melaporkannya ke pihak Kepolisian.

"Jadi kami berharap pada agenda Pilgub di wilayah Kota Mataram bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa ada kampanye hitam dan berbau SARA," imbuhnya.

Sementara itu FGD yang digelar oleh Panwaslu Kota Mataram tersebut dengan peserta dari perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, perwakilan Partai Politik, serta perwakilan organisasi masyarakat, juga dihadiri langsung oleh Komisioner dan Sekretaris Panwaslu Kota Mataram serta dari Komisioner KPU Kota Mataram.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik