Menu
RSS

Pasca Akreditasi, Sepuluh Puskesmas Lobar Tingkatkan Kinerja

Pasca Akreditasi, Sepuluh Puskesmas Lobar Tingkatkan Kinerja

LOMBOK BARAT - Kinerja 10 Puskesmas pasca ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) semakin membanggakan. BLUD Puskesmas Banyumulek sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diakui dengan akreditasi Utama oleh Lembaga Independen yang ditunjuk Kementrian Kesehatan RI.

 

Proses akreditasi dengan metode survey dan evaluasi di tahun 2016 ini dilakukan untuk menjadi tolok ukur kualitas pelayanan kemasyarakat. Tidak hanya BLUD Puskesmas Banyumulek dan 16 puskesmas lainnya, namun survey evaluatif ini juga menyasar klinik pratama, praktik dokter, dan klinik gigi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Survey ini sesungguhnya telah diberlakukan untuk Lombok Barat sejak tahun 2015. Akreditasi FKTP diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.

Tahun 2015 ada 5 Puskesmas Perawatan yang disurvey akreditasi, yaitu UPT BLUD Puskesmas Gunungsari, Narmada, Kediri,Gerung dan Sekotong. Hasil penilaian akreditasi di tahun 2015 itu dengan Akreditasi Dasar baru dicapai oleh UPT BLUD Puskesmas Gunungsari. 4 UPT BLUD Puskesmas itu disurvey ulang pada tahun 2016 lalu.

UPT BLUD Puskesmas Narmada disurvei terfokus pada bulan Agustus 2016 dan lulus Akreditasi Dasar, sedangkan UPT BLUD Puskesmas Kediri, Gerung dan Sekotong pada bulan Oktober 2016 dengan hasil lulus Akreditasi Madya.

Dinas Kesehatan dibawah kepemimpinan Drs. H. Rahman Sahnan Putra, SKM., M.Kes akan melakukan penguatan untuk pendampingan akreditasi oleh tim pendamping. Rahman berkeyakinan, tim tersebut akan menguatkan 7 BLUD dalam menghadapi akreditasi. Untukk itu tim tersebut akan mendapatkan pelatihan lagi dan beliau harap dpt diselenggarakan oleh Kemenkes RI melalui Dinas Kesehatan Propinsi NTB.

"Dikes Kabupaten Lombok Barat siap untuk pendanaan yang dialokasikan melalui DPA," tegas Rahman, sembari memperlihatkan list BLUD Puskesmas yg mendapat akreditas, Rahman meminta dukungan multisektor sehingga lauanan di BLUD menjadi lebih berkualitas.

"Untuk mewujudkan semua itu, Lintas Sektor dan masyarakat perlu mendukung. Untuk di tingkat kecamatan perlunya dukungan dari camat dan jajarannya, Kades, Toma, Toga, Kader Kesehatan, untuk membantu dalam upaya puskesmas meningkatkan pelayanan," pinta Rahman.

Rahman berkeyakinan bahwa dukungan lingkungan kesehatan tingkat kecamatan dan masyarakat pada saat survey akreditasi dilakukan, sangat mempengaruhi hasil survey. Surveyor biasanya akan melakukan telusur informasi ke banyak pihak, terutama camat dan tokoh masyarakat dan lintas sektor sekitar puskesmas.

 

(asp/red)

^ KEMBALI KE ATAS