Menu
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:27:56 am

Sekotong Tengah Wakili NTB, Dapat Juara Lomba Toga

Sekotong Tengah Wakili NTB, Dapat Juara Lomba Toga

LOBAR - Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Lombok Barat berhasil meraih juara lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur tingkat nasional untuk ketegori daerah terpencil.

Sekotong Tengah mewakili NTB lolos masuk 4 besar untuk diberikan sertifikat dan tropi juara. Sebelum penentuan juara ini, tim penilaian Toga dari Kementerian Kesehatan turun ke Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah bulan lalu.

Kepala UPT Puskesmas Sekotong Tengah, Nyoman Adnyana Putra menyatakan bahwa pemberitahuan pemenang lomba toga tingkat nasional Kamis lalu oleh Dikes Lobar dan Provinsi. Pemberitahuan tersebut diterima melalui surat resmi.

“Kami diundang oleh Kemenkes ke Solo untuk penyerahan tropi juara tanggal 27-29,”jelas Kapus Sekotong ini. Menurutnya, Sekotong Tengah resmi juara, namun belum tahu apakah juara I,III atau III. Yang jelas, Lobar masuk nominasi juara tingkat nasional.

Untuk memperbutkan masuk nominasi juara ini, Lobar khsusnya sekotong bersaing dengan 27 provinsi di Indonesia melalui penilaian dilakukan oleh tim pusat. Sebelumnya, tim pusat turun melakukan penilaian. Hasil turun penilaian ini, dibandingkan 27 provinsi tersebut Sekotong Tengah termasuk terbaik. Sehingga dari 27 provinsi dipilih 4 provinsi masuk meraih juara salah satunya diwakili Sekotong Tengah. “Kalau diundang, Sekotong masuk juara nasional,”jelasnya.

Selain menghadiri pemberian tropi tersebut, pihaknya juga akan melakukan persentasi kisah sukses dalam lomba toga tersebut. Pihak yang diundang jelasnya, dua kader toga memperoleh tiket grais. Sedangkan yang lain, seperti dirinya, camat dan kades kemungkinan ikut mendampingi.

Sebelumnya, Tim Penilai lomba tanaman obat keluarga (Toga) turun ke Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Tim Kemenkes RI ini turun melakukan penilaian terhadap desa Sekotong tengah yang masuk nominator lomba toga dan akupresur kategori daerah terpencil, mewakili Lobar dan NTB diajang nasional tersebut. Desa ini kali pertama masuk lomba tingkat nasional. Tim dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI yang berjumlah lima orang diketuai Drs IG Bagus Sarjana tiba di dusun suredadi, lokasi penilaian pemanfataan toga.

Kadis Kesehatan H Rahman Sahnan Putra menyatakan terkait lomba toga Lobar tahun ini mengusulkan Dua lokasi kategori bereda, desa sekotong tengah kategori desa terpencil sedangkan desa Langko kategori biasa. "Alhamdulillah dari hasil penilaian lomba toga kategori terpencil desa sekotong tengah masuk juara nasional, jelasnya. Hal ini jelasnya memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan untuk tanaman obat-obatan, untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kebugaran. Selain itu toga ini sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Sementara itu Kades Sekotong Tengah L. Sarapudin menyatakan sangat bersyukur memperoleh juara nasional. Pihaknya berencana berangkat untuk mendampingi kader toga saat penerimaan tropi dan sertifikat juara. “Alhamdulillah kita masuk juara nasional,”jelas Sarapudin.

Terkait persiapan lomba ini jauh hari dipersiapkan. Diakui, pemanfataan toga di dusun suredadi jelasnya bagus baik dari sisi jenis tanaman, pemanfataan lahan dan administrasi. Sejauh ini, jenis tanaman toga yang dikembangkan sebanyak 75 jenis.

"Pada pembahasan APBDes kita anggarkan Rp 30 juta tahun depan, sebelumnya hanya Rp 5 juta,"jelanya.

Diakhir acara pembukaan, tim penilai terbagi menjadi beberapa orang mewawancarai sekda, kadikes, dan camat serta Kades terkait peranan dalam pembinaan toga. Setelah itu tim turun ke rumah-rumah warga untuk mengecek langsung pemanfataan toga di pekarangan warga.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS