Menu
Minggu, 22 Juli 2018 | 6:21:28 pm

BNNP NTB : Rehabilitasi Pecandu dan Penyalahguna Narkotika, Tekan Angka Pengguna

BNNP NTB : Rehabilitasi Pecandu dan Penyalahguna Narkotika, Tekan Angka Pengguna

MATARAM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB gencar melakukan program rehabilitasi baik bagi pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika, guna menekan jumlah penyalahguna narkotika.

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Imam Margono mengatakan bahwa dengan merehabilitasi penyalahguna narkotika yang sudah mencapai 1,6 persen pengguna dari penduduk NTB, dapat menekan angka pengguna narkotika.

"Merehabilitasi pecandu dan penyalahguna narkotika hingga pulih adalah langkah yang tepat untuk menekan permintaan terhadap narkotika," ucap Imam, di Mataram, Kamis (21/12/12).

Menurutnya, jika sudah tidak ada permintaan konsumennya, pengedar dan bandar pun akan gulung tikar dengan sendirinya.

Pada tahun 2017, memaksimalkan peranan lembaga rehabilitasi yang bekerjasama BNNP dengan Lembaga Rehabilitasi Medis dan sosial milik pemerintah yang memperoleh peningkatan kemampuan sebanyak 34 instansi, rujukan rawat inap sebanyak 36 orang, lalu assesment penyalahguna terkait masalah hukum (TAT) 68 orang, sedangkan rehabilitasi rawat jalan (klinik BNNP NTB dan RSUD se NTB) 465 orang.

Untuk lembaga rehabilitasi narkoba medis dan sosial milik komponen masyarakat yang memperoleh peningkatan kemampuan sebanyak 12 lembaga.

"Dari data tersebut, maka BNNP NTB bersama lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan komponen masyarakat yang mendapatkan dukungan dari BNNP telah melaksanakan program rehabilitasi kepada 569 pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di wilayah NTB," terangnya.

Selain itu ungkapnya, dalam pelaksanaan rehabilitasi berkesinambungan, BNN juga telah melakukan program pasca rehabilitasi dengan jumlah mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika yang mendapatkan layanan pasca rehabilitasi sejumlah 74 orang, terdiri dari 72 pria dan 2 perempuan ditahun 2017.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS