Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:20:37 am

NTB Keluar dari Zona Merah Konflik Sosial, Berkat Kerja Keras Kepolisian dan Masyarakat

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli (tengah), gelar jumpa pers akhir tahun 2017, Sabtu (23/12/2017) Kapolda NTB Brigjen Pol Firli (tengah), gelar jumpa pers akhir tahun 2017, Sabtu (23/12/2017)

MATARAM - Selama ini NTB dikenal rawan konfil sosial hingga menyandang predikat sebagai zona merah konflik sosial. Namun berkat kerja keras aparat keamanan bersama masyarakat selama ini, NTB akhirnya melepas predikat itu berdasarkan jumlah kasus yang terjadi dari tahun ke tahun yang mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data Kepolisian Daerah (Polda) NTB, konflik sosial terlihat menurun sangat signifikan. Pada tahun 2016 sebanyak 172 kasus, munurun signifikan pada tahun 2017 yang hanya terjadi 26 kasus.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli mengatakan saat ini NTB sudah bisa mengelola situasi konflik sosial hingga terjadinya penurunan kasus konflik sosial. Dimana pada tahun 2017 ini terjadi hanya 26 kasus.

"Berdasarkan hasil evaliasi Mabes Polri terhadap NTB yang disampaikan dalam rapat pimpinan bahwa NTB tidak lagi masuk zona merah konflik sosial," ungkap Firli saat menyampaikan rilis akhir tahun, pada Sabtu (23/12/2017).


Menurut Firli, keluarnya NTB dari predikat yang selama ini disandang sebagai zona merah konflik sosial itu karena dilakukan berbagai upaya pendekatan dan pencegahan yang dilakukan oleh pihak keamanan. Upaya yang dilakukan pihak Kepolisian diantaranya pencegahan, baik pencegahan secara operasional maupun cegah secara struktural.

"Kita melakukan pemetaan daerah konflik. Konflik terjadi biasa karena keterbatasan sumber daya. Karena itu Polisi lakukan aksi sosial di daerah rawan kekeringan dengan menyalurkan air bersih hingga selama musim kering tidak terjadi konflik sosial," ungkapnya.

Selain itu, kata Firli, Polisi juga melakukan pendekatan kemanusian, dimana Polri hadir saat masyarakat baik pada saat duka maupin suka. Lalu, yang terakhir adalah pendekatan penegakan hukum. Bilamana terjadi konflik sosial dan ditemukan penggunaan, baik senjata tajam maupun senjata api rakitan, maka pihak Kepolisian tidak segan-segan melakukan penegakan hukum.

"Ini yang kita lakukan untuk NTB keluar dari zona merah konflik sosial," ujarnya.

Dalam jumpa pers akhir tahun yang digelar Polda NTB ini, selain dihadiri puluhan wartawan, juga dihadiri oleh para pejabat utama Polda NTB dan Kapolres se Pulau Lombok.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS