Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:19:58 am

Kurtubi Kunjungi Korban Meninggal Tersengat Arus Listrik di Lombok Timur

Dr Kurtubi, serahkan bantuan kepada keluarga korban, saat melayat di rumah korban di Pijot Kecamatan Keruak Lotim Dr Kurtubi, serahkan bantuan kepada keluarga korban, saat melayat di rumah korban di Pijot Kecamatan Keruak Lotim

LOTIM - Anggota DPR RI, Dr H Kurtubi mengunjungi korban meninggal akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi di Pijot Kecamatan Keruak Lombok Timur.

"Ini adalah pelajaran penting bagi PLN, bagaimana melakukan maintenance dan pengawasan terhadap jaringan listrik yang ada, sehingga tidak ada jatuh korban, hal ini tidak boleh terulang lagi," kata Kurtubi dalam sambutannya seusai pemakaman para korban saat melayat ke rumah duka korban tersengat listrik pada Senin (25/12/2017) kemarin di Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

Tiba sekitar pukul 09.45 Wita, politisi senayan dari Fraksi NasDem itu langsung ke lokasi terjadinya musibah tersengatnya warga dari listrik PLN. Informasi dari warga setempat yang juga masih kerabat korban, Uang Sukma diketahui bahwa tersengatnya warga tersebut karena adanya kabel yang terkelupas dan bersentuhan dengan tiang penyangga besi galvanis ditengah sawah. Dari tiang utama ke rumah warga jaraknya terlalu jauh sehingga warga berinisiatif membuat dua tiang penyangga dari besi galvanis di tengahnya yang kebetulan melintasi lahan persawahan.

Sedangkan warga yang menjadi korban sengatan bermula dari Inaq Sanah (60) ketika mencari keong siput di areal sawah tersebut dan tanpa disadari masuk ke air yang telah teraliri oleh listrik. Sementara itu 3 korban lainnya merupakan suami (Amaq Sanah) dan 2 orang anaknya (Hikmatulloh dan Haeriah) yang ingin menolong korban tetapi ikut menjadi korban.

Dirumah duka, politisi asli Kediri tersebut disambut oleh Camat Keruak, Kepala Desa, para tokoh masyarakat dan keluarga korban.

Kurtubi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini, dan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang. Politisi Senayan yang juga ahli perminyakan itu memberikan dorongan moril kepada keluarga korban serta memberikan sumbangan dana Rp5 jt rupiah yang diterimakan Rudi Sukamana, suami korban.

Dalam kesempatan itu seorang warga, M.Sapriawan menyampaikan aspirasinya kepada Anggota Dewan agar PLN mau memperbaiki kinerja dan pengawasannya sehingga tidak jatuh korban. Menurutnya jarak bentang kabel sekunder dari tiang ke rumah warga yang mencapai 250 meter melebihi batas maksimal yang menurut SOP hanya 60 meter, sehingga tidak lagi diperlukan tiang penyangga bantu, sehingga jika digunakan penyangga resmi yang terbuat dari beton pasti lebih aman.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS