Menu
Rabu, 20 Juni 2018 | 3:37:53 am

Gerbang Tani NTB Akan Mediasi Tuntutan Nelayan Pondok Prasi kepada Pemerintah

Ketua Gerbang Tani NTB, Viken Madrid Ketua Gerbang Tani NTB, Viken Madrid

MATARAM - Tuntutan nelayan Pondok Prasi Ampenan Kota Mataram, agar pemerintah membongkar meja beton yang dibangun disepanjang hotel Sentosa Lombok Barat, akan segera terjawab. Pasalnya nelayan akan segera dipertemukan dengan pihak-pihak terkait, mulai instansi terkait hingga pihak desa, kecmaatan bahkan pihak kepolisian.

Pertemuan yang akan difasilitasi oleh Dinas Pariwisata NTB tersebut nantinya diharapkan akan mendapatkan angin segar bagi nelayan Pondok Prasi terkait persoalan lokasi menambatkan perahu nelayan yang menjadi kendala selama ini.

Ketua Gerbang Tani NTB, Viken Madrid mengatakan bahwa terkait dengan tuntutan para nelayan dari Pondok Prasi, pihak pemerintah yaitu Dinas Pariwisata NTB akan mempertemukan nelayan dengan instansi-instansi terkait.

"Nelayan diundang oleh Dinas Pariwisata rapat besok jam 14.00 wita," ucapnya Minggu (14/1/2018) sore.

Menurutnya, selain nelayan diundang juga Dinas Pariwisata Kota Mataram, Lombok Barat, Pol PP, Camat, Kades bahkan pihak aparat kepolisian. " Kita berharap besok Senin ada solisi yang terbaik kepada nelayan," harapnya.

Namun jika keputusan rapat yang dihadiri oleh lintas instansi dan aparat desa serta kecamatan tersebut tidak berpihak kepada nelayan, maka langkah apa yang akan diambil itu diserahkan kepada nelayan, karena dalam hal ini Gerbang Tani hanya bersifat memberikan pendampingan kepada nelayan dan memediasi dengan pihak pemerintah.

Akan tetapi ungkap Viken bahwa Gerbang Tani sangat berharap dalam pertemuan tersebut nantinya menghasilkan keputusan atau solusi yang terbaik bagi nelayan dan pemerintah mau mendengar suara nelayan.

Seperti diketahui bahwa pada sekitar bulan Januari hingga Maret mendatang, para nelayan tahun tahun sebelumnya menggunakan lokasi tempat dibangunnya meja beton oleh pemerintah tersebut merupakan lokasi untuk menambatkan perahu, namun karena kondisi cuaca sehingga nelayan setelah melaut kesulitan memambatkan perahunya disekitar pantai Ampenan.

(mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS