Menu
Senin, 22 Oktober 2018 | 12:57:11 pm

Serap Aspirasi, Adi Putra Kunjungi Warga Loteng Korban Kejahatan Agen Travel Umroh "Nakal"

Anggota DPR RI Dapil NTB, H Adi Putra Darmawan Tahir (kiri), bersama Miah (kanan), saat berkunjung di dusun Banyu Urip, desa Kateng, kecamatan Praya Barat, Loteng, NTB, Sabtu (9/6/2018). Anggota DPR RI Dapil NTB, H Adi Putra Darmawan Tahir (kiri), bersama Miah (kanan), saat berkunjung di dusun Banyu Urip, desa Kateng, kecamatan Praya Barat, Loteng, NTB, Sabtu (9/6/2018).

LOTENG - Penipuan yang dilakukan para oknum agen travel umroh "nakal" kerap terjadi. Seperti yang dialami Miah, salah seorang warga asal Lombok Tengah (Loteng), yang telah mengeluarkan biaya tinggi dan mendapat pelayanan tidak sesuai dengan janji agen travel untuk melaksanakan umroh sekaligus berhaji di Mekkah.

Hal ini terungkap ketika Anggota DPR RI Dapil NTB, H Adi Putra Darmawan Tahir, mengunjungi korban travel umroh nakal tersebut di dusun Banyu Urip, desa Kateng, kecamatan Praya Barat, Loteng, NTB.

"Saya akan membawa kasus ini ke rapat Komisi VIII DPR RI," kata H Adi Putra Darmawan Tahir berjanji dihadapan konstituennya, saat berkunjung sekaligus menyerap aspirasi di dusun Banyu Urip, desa Kateng, kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Adi Putra, perlu ada penanganan secara sistemik oleh Kementerian Agama (Kemenag), karena bisnis perjalanan umroh pun berpotensi terjadi kejahatan. Terbukti banyak kasus penipuan yang terjadi oleh travel umroh. Ia meminta Kemenag perlu lebih tegas terhadap travel bodong yang belum mengantongi izin. Travel berizin juga harus mentaati prosedur dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Adi Putra berjanji akan mendalami kasus yang dialami Miah. "Kita perlu mendalami terlebih dahulu, kasus ini sudah menjadi kasus nasional. Kasus di Lombok ini adalah salah satunya. Karena menjadi kasus nasional, maka penting bagi Kementerian Agama untuk melakukan koordinasi juga dengan komisi VIII DPR," ujarnya.

Diketahui, dalam perjalanannya sebagai jama'ah umroh terlantar, Miah, korban kejahatan agen travel umroh nakal ini menuturkan sebisanya peristiwa yang dialami. Bisa dibayangkan, ternyata Miah adalah seorang pria buta huruf ditelantarkan di Mekkah oleh oknum agen travel.

Berdasarkan penuturan Miah, ia berangkat menuju Makkah bersama 33 jama'ah umroh lainnya (sebagian besar jama'ah perempuan), melalui sebuah perusahaan travel umroh di Jakarta, dengan perantara seorang agen (calo) dari Lombok Tengah.

Menurut penuturan Miah, ia dijanjikan melaksnakan ibadah umroh sekaligus haji dengan biaya Rp 50 juta.Namun Miah dilarang oleh agen untuk menyebutkan jumlah biaya tersebut, sebab biaya umroh sebenarnya adalah Rp 27 juta. Karena dijanjikan akan langsung menunaikan ibadah haji, sehingga Miah dan 33 orang jama'ah lainnya memenuhi keinginan agen.

Seperti diketahui, tidak ada layanan umroh sekaligus haji, apalagi harus tinggal di Makkah selama 3 bulan, terhitung sejak 4 Ramadhan hingga bulan Zulhijjah selesai menunaikan haji. Namun Miah tak memahami, bahkan tak mengetahui resiko yang akan dialami, sebab ia hanya tahu dan ingin melaksanakan ibadah umroh dan haji.

Miah diberangkatkan pada tanggal 4 Ramadhan dan langsung menuju Jeddah. Dari Jeddah Miah dan jama'ah lainnya menuju Makkah untuk menjalankan ibadah umroh. Baru tiga hari di Makkah, ia dipaksa keluar dari Makkah dan dibawa kembali ke Jeddah bersama 2 orang temannya (salah satunya perempuan), dan 31 teman lainnya kabur ke rumah keluarga masing-masing, yang kebetulan tinggal di Makkah.

Entah seperti apa nasib 31 teman lainnya itu, yang pasti dari penuturan Miah, masa berlaku visa umroh mereka telah habis. Sementara Miah dan 2 temannya yang ditangkap pihak travel dibawa ke Jeddah. Miah sendiri dibelikan tiket pulang ke Indonesia, sementara 2 teman lainnya tetap tinggal di kantor travel untuk dipekerjakan di sana.

(mn-05)

^ KEMBALI KE ATAS

Kolom


www.MATARAMNEWS.co.id adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari
 Salam Redaksi

Selalu Terhubung :