Menu
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 4:03:53 pm

Tanggap Darurat Berakhir, Transisi Pemulihan "Lombok Bangun Kembali" Dimulai

Tanggap Darurat Berakhir, Transisi Pemulihan "Lombok Bangun Kembali" Dimulai

LOMBOK - Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTB yang dimulai dari tanggal 29 Juli sampai dengan 25 Agustus 2018 berakhir.

"Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan Launching peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa pemulihan 'Lombok Bangun Kembali' pada hari Senin 27 Agustus 2018 di Kabupaten Lombok Utara," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Rosiyadi Sayuti, usai memimpin rapat dengan jajaran terkait di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Sabtu (25/8/2018).

Sekda Rosiady menjelaskan, usai masa tanggap darurat ini, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan-kegiatan setelah tanggap darurat tersebut, baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat kemarin.

“Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan, korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing”, ujar Sekda.

Saat ini kata Sekda, yang perlu dilakukan adalah bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa kemarin. Hal tersebut telah diperkuat dengan keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018. Dengan keluarnya Inpres tersebut, maka masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan kedepan.

Dipaparkan pula bahwa, salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB adalah istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh Kabupaten Terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni, yang membawahi 4 sektor. Sektor tersebut antara lain, Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

"Saat ini secara umum semua kebutuhan mendasar masyarakat sudah dapat tertangani dengan baik. Adapun kekurangan-kekurangan seperti Tenda, MCK dan Air Bersih. Pemerintah akan segera memastikan masyarat untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan kedepan. Dalam waktu dekat BNPB akan menyiapkan 5000 Tenda yang akan didatangkan dari luar daerah," ujar Rosiady.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) sesuai dengan kondisi dari warga terdampak musibah gempa bumi di NTB.

“Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70 ribu, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali. Kendala saat ini adalah dalam proses distribusi, karena tidak semua barang yang kita butuhkan dapat diangkut sekaligus dari luar daerah, seperti di Halim, Pesawat Hercules tidak mampu mengangkut tenda yang kita pesan sekaligus, sedangkan di tingkat lokal atau di Mataram hampir sudah tidak bisa kita beli lansung kebutuhan seperti tenda, sehingga kita perlu datangkan dari luar," terangnya.

Terkait dengan pendidikan, Sekda mengatakan bahwa mulai minggu ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif. Khusus di Kabupaten Lombok Utara (KLU) proses belajar sementara di Tenda yang ada di tempat pengungsian masing-masing dengan pola belajar gabungan sesuai jenjang kelas yang ada, tanpa membedakan sekolahnya dari mana. Proses ini akan berjalan sambil menunggu selesainya pembangunan ruang kelas sementara yang dibangun di dekat sekolah masing-masing.

Sekda berharap kegiatan Trauma Healing juga perlu terus dilakukan, karena masih banyak anak-anak yang takut bersekolah dan orang tua yang masih takut mengantarkan anaknya untuk bersekolah.

"Dalam waktu dekat akan segera datang tambahan alat-alat berat dari Mabes TNI, sehingga proses rekonstruksi pemulihan “Lombok Bangun Kembali” diharapkan dapat berjalan lebih cepat dari yang ditargetkan pemerintah. Dengan demikian kegiatan perekonomian8 masyarakat dapat segera bangkit seperti biasa," pungkasnya.

Hadir dalam rapat para Staf Ahli, para Asisten, TGP2D, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Karo Umum, Karo Humas dan Protokol, Karo Organisasi, Karo Adm. Kesra, Karo Pemerintahan, Karo Ekonomi, Danrem 162/WB, Dandim se-pulau Lombok, Kasi/Pasi Rem 162/WB, Dan/Ka Disjan Rem 162/WB, Danyonif 742/SWY, dan Dantim Intelrem 162/WB.

(hms-ntb/mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Salam Redaksi

Selalu Terhubung :