Menu
Senin, 17 Desember 2018 | 5:49:14 am

Setelah Perbaikan, Jumlah DPT Pemilu 2019 di NTB Naik

Setelah Perbaikan, Jumlah DPT Pemilu 2019 di NTB Naik

MATARAM, MN -- Jumlah warga NTB yang memiliki hak pilih pada pemilu 2019 terus mengalami peningkatan, seiring dengan dilakukan pencermatan dan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dari tiga kali perbaikan selalu mengalami peningkatan yaitu dari hasil DPTHP-2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan DPTHP-1 sebesar 107.588 pemilih, dari 3.669.638 menjadi 3.562.050 pemilih.

Hasil tersebut terungkap dari Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP-2) dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 tingkat provinsi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, di Mataram, Selasa (13/11/2018).

Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori mengatakan dari hasil rapat pleno DPTHP-2 dengan jumlah pemilih sebanyak 3.669.638, yang rincian pemilih laki-laki berjumlah 1.8O1.920 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 1867.718 yang tersebar di 10 Kabupaten Kota dan sebanyaj 15985 TPS.

"Peningkatan ini mayoritas dari pemilih baru, yang paling banyak peningkatannya di Kabupaten Lombok Timur," ucapnya ketika ditemui usai memimpin rapat pleno.

Menurutnya, seiring dengan terjadinya peningkatan wajib pilih ini, maka jumlah TPS di beberapa daerah juga meningkat. "Dengan bertambahnya jumlah pemilih, maka ada penambahan 8 TPS, yaitu di Sumbawa dan Mataram," terangnya.

Terkait untuk usulan penambahan TPS di Kabupaten Lombok Utara, pihak KPU NTB masih menunggu keputusan dari pihak KPU pusat.

Seperti diketahui bahwa rapat pleno terkait DPT tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali, mulai dari penetapan DPT, lalu DPTHP-1 dan DPTHP-2, dan salah satu penyumbang naiknya jumlah warga yang memiliki hak pilih yaitu pemilih baru yang masuk dalam kategori AC atau belum melakukan perekaman data KTP elektronik sebanyak 1.849 orang.

Untuk pemilih yang belum melakukan perekaman data ini sudah diserahkan ke Dukcapil di masing-masing daerah. Diharapkan bisa ditindaklanjuti dengan melakukan perekaman data minimal akhir Desember 2018.

Setelah rapat pleno tingkat nasional yang digelar pada bulan September lalu, KPU di daerah memiliki pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dalam 60 hari.

Untuk KPU NTB, pekerjaan rumah yang harus dituntaskan adalah melakukan pencermatan data anomali sebesar 19.186 dan mencermati data ganda sebanyak 15.406.

Selain itu, KPU NTB juga harus mencermati data dari Kemendagri yakni DP4 non DPT sebanyak 737.263.

Dari hasil penelusuran dan pencermatan yang dilakukan oleh KPU bekerjasama dengan Bawaslu serta stakeholder lainnya, bahwa data ganda yang benar-benar ditemukan sebanyak 4.621. Sedangkan sisanya sudah diperbaiki elemen datanya sehingga tidak ganda.

Terkait data anomali sebanyak 19.186, yang benar-benar menjadi data anomali sebanyak 15.358. Sisanya sudah dilakukan perbaikan elemen data.

Sementara untuk DP4 non DPT sebanyak 737.271, ternyata sudah tidak ada di DP4 pemilu yang diserahkan sebanyak 129.413. Kemudian ada yang sudah masuk dalam DPTHP sebanyak 366.863. Selain itu ada yang memang pemilih baru sebanyak 126.007.

Sisanya masuk kategori TMS (tidak memenuhi syarat), karena sudah dicoret sejak pilkada 2015 dan pilgub 2018 lalu. Ada juga yang sudah meninggal tetapi dimunculkan kembali termasuk anggota TNI/Polri yang dimunculkan. ---(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :