Menu
Selasa, 21 November 2017 | 5:57:01 am

Lulusan Sekolah Kejuruan Sumbang Angka Pengangguran Tertinggi NTB

Lulusan Sekolah Kejuruan Sumbang Angka Pengangguran Tertinggi NTB

LOMBOK - Jumlah pengangguran pada Februari 2017 sekitar 97,22 ribu orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,86 persen. TPT Februari 2017 meningkat sebesar 0,2 poin persen jika dibandingkan dengan TPT Februari 2016.

"Pada Februari 2017, TPT pada penduduk dengan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 11,12 persen," jelas Indra Dewi SST, Kepala Seksi Statistik Kependudukan BPS NTB, Jumat (5/5/2017).

Menurutnya, bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka menurut Pendidikan selanjutnya disusul oleh TPT Universitas sebesar 6,99 persen. Sedangkan TPT terendah terdapat pada penduduk dengan tingkat pendidikan SD kebawah yaitu sebesar 1,84 persen.

Lebih jauh dijelaskan, jika dibandingkan dengan keadaan pada bulan Februari 2016, TPT pada penduduk dengan pendidikan SMA, SMK dan Universitas mengalami peningkatan sementara TPT pada penduduk dengan pendidikan SD kebawah, SMP dan Diploma mengalami penurunan.

Sementara itu penduduk yang bekerja menurut pendidikan dengan penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2017 masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan pendidikan rendah (SMP kebawah) yaitu sekitar 1.603,71 ribu orang (66,17 persen).

Sedangkan penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sekitar 245,27 ribu orang mencakup 49,15 ribu orang (2,03 persen) berpendidikan Diploma dan sekitar 196,12 ribu orang (8,09 persen) berpendidikan Universitas.

Dalam setahun terakhir (Februari 2016 - Februari 2017), kualitas penduduk yang bekerja di Nusa Tenggara Barat menunjukkan perkembangan yang relatif baik dengan persentase penduduk bekerja dengan pendidikan rendah (SMP kebawah) turun dari 66,36 persen menjadi 66,17 persen.

Namun penduduk bekerja berpendidikan menengah meningkat dari 22,28 persen menjadi 23,70 persen. Namun demikian, penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi, mengalami sedikit penurunan dari 11,35 persen pada Februari 2016 menjadi 10,12 persen pada Februari 2017.

(jo/red)

^ KEMBALI KE ATAS