Menu
Jumat, 24 November 2017 | 9:11:15 am

Hari Jadi ke-34 SMAN 1 Gerung : “The Unity in Diversity of Culture”

Ketua KONI Lombok Barat, H. Herman, melepas peserta sepeda santai dan jalan sehat dalam rangka HUT SMAN 1 Gerung ke-34, Minggu (12/11/2017). Ketua KONI Lombok Barat, H. Herman, melepas peserta sepeda santai dan jalan sehat dalam rangka HUT SMAN 1 Gerung ke-34, Minggu (12/11/2017).

LOBAR – HUT SMAN 1 Gerung ke-34 berlangsung semarak. Sejak tiga hari lalu, pihak sekolah telah menggelar berbagai kegiatan dengan mengambil tema “The Unity in Diversity of Culture”.

Kegiatan diawali dengan parade budaya Sasak yang salah satunya menampilkan prosesi Sorong Serah Aji Krame. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Pentas Seni dan Bazar yang dilaksanakan selama dua hari.

Kemeriahan HUT SMA 1 Gerung yang jatuh pada 9 November lalu ini ditutup dengan acara yang dilepas oleh Ketua KONI Lombok Barat, H. Herman, Minggu (12/11/2017).

“Ayo budayakan olahraga agar tubuh tetap bugar!” seru H. Herman seraya mengangkat bendera START tanda kegiatan dimulai.


Siswa kelas XII IPA 4, Zihan mengaku bangga dengan kegiatan di sekolahnya. “Bangga banget OSIS milih temanya keren banget. Membuat semua warga sekolah berpartisipasi. Semoga SMAN 1 Gerung semakin bersinar dan kegiatannya bisa lebih meriah lagi,” ujarnya.

Senada dengan Zihan, Anggun yang kini duduk di Kelas XI MIPA 2 sangat terkesan dengan kegaiatan ini. Selain para murid dan guru, kegiatan juga dihadiri para alumni SMA. “Kita jadi bisa kumpul-kumpul bareng alumni juga. Temanya kan tentang kebudayaan nih, jadi kita juga bisa tahu budaya Sasak yang bener itu, seperti Sorong Serah, Nyongkolan. Supaya budaya kita tidak luntur dan selalu mengingat budaya Sasak di kalangan remaja,” kata dara yang menjadi Pebaki Paskibraka Lobar 2017 itu.

Hari terakhir perayaan HUT SMAN 1 Gerung juga diisi dengan kegiatan donor darah dan pembagian doorprize. Bukan hanya itu, kegiatan juga diisi dengan atraksi ekstrim dari Merpati Putih, salah satu ekstrakulikuler di sekolah tersebut. Atraksi mematahkan besi dan memotong objek dengan mata tertutup membuat penonton tekagum-kagum.

Kurli, fotografer lokal yang hadir dalam kesempatan itu mengaku takjub. “Gila, anak-anak jaman now kuat-kuat ya. Apalagi yang cewek itu, sekali tebas langsung patah besinya. Bukan pengot, tapi patah!” ungkapnya takjub.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik