Menu
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 4:03:23 pm

KPID NTB Ajak Pelajar NU Cerdas Bermedia

KPID NTB Ajak Pelajar NU Cerdas Bermedia

MATARAM - Dalam era teknologi konvergensi media saat ini, tentu sulit bagi siapa saja untuk menghindari pengaruh media. Tak kurang 24 jam, beragam bentuk dan jenis media diakses dan mempengaruhi perilaku dan gaya hidup setiap orang.

"Melakukan filterasi atau menyaring, memilih dan memilah segala bentuk isi media merupakan pilihan tepat bagi siapa saja khususnya kalangan pelajar sebagai bagian dari generasi milenia yang identik dengan sebutan generasi zamannow," kata Sukri Aruman, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB memaparkan selaku narasumber dalam Pelatihan dan Seminar Dakwah Kiat dan Strategi Pelajar Menghadapi Konten Berbahaya Media Sosial, diselenggarakan IPNU Kota Mataram, Rabu (31/1/2018) kemarin.

Menurut Sukri, dari berbagai saluran media yang ada, televisi dan internet online merupakan dua media paling populer di Indonesia.

"Suka tidak suka televisi masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam mencari sumber informasi dan hiburan," ungkapnya.

Dijelaskan Sukri, tidak kurang dari 60% pemirsa televisi merupakan kaum produktid termasuk kalangan pelajar yang digolongkan sebagai addicted group, kelompok yang mudah kecanduan.

"Kita tidak ingin generasi muda kita menjadi generasi kecanduan media yang sangat berbahaya ketimbang kecanduan yang lain," tegasnya.

Pada kesempatan itu dipaparkan pula bagaimana sepak terjang lembaga negara independen bernama Komisi Penyiaran Indonesia dalam melindungi masyarakat dari pengaruh negatif siaran radio dan tayangan TV.

Ia mengajak dan berharap peserta untuk pandai memilih tayangan TV yang sesuai kebutuhan. Jangan ragu-ragu melaporkan siaran radio dan TV lokal di NTB kalau ada acara-acaranya yang meresahkan dan bikin tidak nyaman.

"Kasih tahu orang tua di rumah agar mendampingi adik-adik kita menonton TV. Dan matikan TV kalau lagi belajar," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Abel Syamsul Hakim, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfotik NTB yang memaparkan materi seputar internet sehat bagi pelajar dan melawan hoax.

"Jangan mudah percaya informasi yang dibagikan teman-temannya apalagi menyangkut kabar bohong atau hoak. Kita wajib tabbayun, tidak boleh percaya begitu saja, kecuali jelas sumbernya," terang Abel.

Diungkapkan, Pemerintah saat ini terus berupaya melakukan serangkaian langkah taktis mengurangi dampak buruk penggunaan media sosial.

"Namun yang terpenting dari semua itu, sikap mawas diri dan hati-hati pengguna media sosial. Ceroboh memanfaatkan media sosial, bisa fatal akibatnya karena bisa dipidanakan sesuai aturan yang ada,"imbuhnya.

Kegiatan Seminar Dakwah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Mataram itu sendiri dilaksanakan dalam rangka peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke 92 tahun 2018, diikuti sedikitnya 60 peserta dari berbagai sekolah atau madrasah se-Kota Mataram.

(r3)

^ KEMBALI KE ATAS

Topik Hangat bulan ini !

Kolom


MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs media pemberitaan online. Melayani informasi dan berita khususnya mengangkat isu lokal daerah Nusa Tenggara Barat dengan memberdayaan kecepatan serta kedalaman informasi yang dikelola oleh jurnalis-jurnalis lokal yang handal.  Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sehari, dan secara kreatif dan apik mengkolaborasikan teks, foto, video dan suara. Tim Kreatif Redaksi selalu berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam setiap liputan Salam Redaksi

Selalu Terhubung :