Menu
Rabu, 21 November 2018 | 4:59:51 pm

Kebijakan Populis Zul-Rohmi Diawal Memimpin, Kirim Pemuda NTB Sekolah ke Luar Negeri

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekda Rosiady dalam acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi. edisi Jumat 2 November 2018, di Halaman Kantor Gubernur NTB Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekda Rosiady dalam acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi. edisi Jumat 2 November 2018, di Halaman Kantor Gubernur NTB

MATARAM, MN -- Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) mengirim para pemuda dan pemudi NTB belajar di luar negeri menarik antusiasme warga NTB. Banyaknya warga yang berharap program ini diperluas jangkauannya.

Budiman, salah seorang praktisi pendidikan dari SMK 1 Labuapi mengutarakan harapannya agar ada program pendidikan ke luar negeri bagi pendidik.

Dalam kegiatan jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi edisi Jumat, 2 November 2018, Budiman mempertanyakan, adakah beasiswa S2/S3 untuk guru di luar negeri yang bisa difasilitasi oleh Pemprov NTB.

Menanggapi ini, Gubernur Zulkieflimansyah mengakui banyaknya warga yang menaruh minat untuk mengikuti program ini.

"Banyak pertanyaan di media sosial agar lebih banyak guru yang dikirimkan, guru-guru ini punya pengalaman internasional, saya kira ini akan kita akomodir dengan Kepala Dinas," ujar Gubernur.

Jika bisa, menurut Gubernur, Pemprov NTB bisa memprogramkan dengan program khusus, beasiswa untuk guru-guru SMA agar mereka bisa belajar di luar negeri.

"Kalau masih takut karena takut musim dingin, kita bisa mengajukan untuk bekerjasama dengan Universitas bidang perguruan di Malaysia," ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, biaya hidup di Malaysia dengan di Lombok kurang lebih sama. "Saya kira kalau 50 juta untuk 50 orang ada penawaran kita untuk bekerjasama. Yang penting bahasa Inggrisnya di atas 550 untuk beasiswa ristekdikti dan IELTS. Jadi kita tinggal di sini menyiapkan kursus untuk meningkatkan TOEFL dan IELTS di setiap kabupaten kota," ujar Gubernur.

Sementara itu, Imran Jahri dari Kabupaten Lombok Utara mengutarakan pertanyaan mengenai beasiswa bidik misi untuk masyarakat korban gempa. "Apakah ini hoaks apa tidak? Karena sudah ada yang mengumpulkan syarat-syarat tapi belum ada tindak lanjut, sampai ada yang sudah mendaftar karena terlalu lama tidak ada kejelasan akhirnya memutuskan menikah," seru Imran.

Menanggapi pertanyaan ini, Gubernur menegaskan bahwa program bidik misi adalah program yang nyata karena sudah ada 5144 mahasiswa yang mendapatkan penyerahan beasiswa langsung dari Presiden Jokowi sendiri.

Hanya saja, Gubernur menegaskan agar jangan sampai ada masalah dalam verifikasi data calon penerima program bidik misi ini. "Namanya siapa, alamatnya di mana? Kalau memang tidak ada lagi alamat yang secara fisik ada, ada rekomendasinya bahwa orang itu betul ada di situ jangan sampai nanti ada beasiswanya tapi orangnya enggak ada. Sebenarnya tidak apa yang sudah menikah pun masih tetap bisa kuliah, jadi bukan berarti kalau sudah menikah tidak bisa kuliah terus, tapi tetap aja bisa kuliah," seru Gubernur.

Gubernur juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi sangat memperhatikan daerah yang terkena dampak langsung. "Korban gempa yang rekeningnya sudah masuk tapi tidak cair sampaikan kalau masih ada yang belum dilakukan yang sudah menikah kalau tidak memenuhi persyaratan itu dia tidak eligible untuk dapat Bidikmisi yaitu syarat bidik misi dia harus lulusan tahun ini, kebanyakan dari anak-anak yang akhirnya tidak dapat adalah anak-anak yang lulus pada tahun sebelumnya. Jadi syaratnya harus lulusan tahun yang sama untuk bidik misi dan juga kalau tidak tahun ini masuk ke beasiswa PPA," tegas Gubernur.

Terkait pertanyaan ini, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, syarat untuk meraih program bidik misi ini juga harus jelas latar belakang akademisnya. "Kuliah di universitas mana, jadi dia harus mendaftar dan terverifikasi di universitas yang dituju baru beasiswa bidik misi di approved," tandasnya. ---(hs-ntb/mn-03)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :