Menu
RSS

"Pesawat Rinjani Air Jatuh di Utara Runway 31 Bandara LIA"

"Pesawat Rinjani Air Jatuh di Utara Runway 31 Bandara LIA"

Hari Ini, Latihan PKD Dirgantara Raharja ke-91 Digelar di LIA

LOMBOK TENGAH - Pesawat Rinjani Air, tipe Airbus 320-200 PK-LIA dengan nomor penerbangan LOP091 dari Kuala Lumpur menuju Praya, Lombok Tengah, jatuh menabrak pagar perimeter utara Runway 31 Lombok Internasional Airport (LIA).

Pesawat Rinjani Air melewati titik pendaratan karena kecepatan angin yang tinggi. Melihat hal itu, pilot memutuskan untuk membatalkan pendaratan. Akan tetapi, ketika hendak meningkatkan kecepatan, tiba-tiba saja mesin nomor 1 (sebelah kiri) Rinjani Air mati sehingga mengakibatkan pesawat oleng ke kiri dan jatuh menabrak pagar perimeter, tepatnya pada gridmap D15 di LIA.

Petugas Air Traffic Control (ATC) segera menyalakan crash bell dan menginformasikan petugas watchroom. General Manager LIA segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC). Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) langsung menuju lokasi kecelakaan, memadamkan api, dan mengevakuasi korban.

Dari investigasi, diketahui bahwa pesawat tersebut diketahui mengangkut 137 orang penumpang dan 7 orang kru pesawat, dengan rincian 48 orang meninggal, 27 orang luka berat, dan 32 orang luka ringan. Unit Customer Service melakukan penanganan penumpang di lokasi greeters-meeters. 

Dalam waktu bersamaan, Unit Humas melakukan persiapan Konferensi Pers mengenai kejadian darurat dimaksud. Seluruh tindakan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang tertuang di dalam Airport Emergency Plan (AEP) LIA Praya.

Kejadian tersebut merupakan bagian dari skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-91 yang dilaksanakan di Lombok Internasional Airport, Lombok Tengah, Kamis (18/5/2017) pagi.

“Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat ini merupakan komitmen Angkasa Pura I dalam menerapkan grand policy pemerintah yaitu Roadmap to Zero Accident. Tujuan dari program tersebut adalah terselenggaranya pelayanan yang andal dengan mengutamakan faktor 3S + 1C, yaitu Safety, Security, Services dan Compliance,” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Danang S. Baskoro.

Lanjut Danag, latihan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk membuat Angkasa Pura I  selalu dalam keadaan  siap, baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas.

GM Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Arditha menambahkan secara keselurahan sudah bekerja secara maksimal dan sesuai standar operasional yang dtetapkan sebelumnya.

Hadir dalam kegiatan latihan tersebut Bupati Loteng diwakili Sekda H.Nursiah, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro, GM Ankasa Pura I I Gusti Ngurah Arditha, Dir Pam Obit Polda NTB, Kabag OPS Polres Loteng Kompol I Ketut Tamiana.

(mn8/r3)

^ KEMBALI KE ATAS