Menu
RSS

Polemik Lahan Desa Bagu, Sepakat Secara Kekeluargaan

Polemik Lahan Desa Bagu, Sepakat Secara Kekeluargaan

LOMBOK TENGAH - Puluhan tahun lamanya polemik lahan Kantor Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), akhirnya menemukan titik temu. Kedua belah pihak, ahli waris dan pihak desa sepakat menyelesaikan polemik lahan kantor desa itu secara kekeluargaan.

Kesepakatan menempuh jalan kekeluargaan diantara kedua belah pihak tersebut disepakati dalam pertemuan mediasi yang dihadiri kedua belah pihak, Kades Bagu Agus Samshilaturrahman, didampingi mantan Kades Bagu HL Azhari, dan pihak keluarga ahli waris lahan kantor Desa Bagu Lalu Sabde serta keluarga, yang disaksikan Kapolsek Pringgarata AKP Sopyan Hadi, Danramil Pringgarata Kapten Martopo, dan Ketua BPD Bagu Ahmad Mujahid, di Aula Kantor Desa Bagu, Senin (22/5/2017) kemarin.

"Kami siap damai mengenai harga yang sudah disampaikan. Kenapa kami harus seperti ini karena beberapa waktu yang lalu kita sudah menyampaikan secara baik-baik, bahkan sesuai apa yang diarahkan oleh pak Kades, namun seakan-akan kita tidak dihiraukan, seperti dijanji-janjikan untuk diselesaikan," ungkap ahli waris Lalu Sabde.

Ahli waris merasa bersyukur, pasalnya bisa di mediasi bertemu dan langsung pada tahap kesepakatan dan perjanjian bersama dengan Kepala Desa (Kades) Bagu Agus Samsilaturrahman. "Karena pihak desa maunya 10 are dan dibayarkan 20 juta rupiah per are," ujarnya.

Kades Agus Samsilaturrahman menegaskan akan membayar sesuai dengan kesepakatan dan sudah menyiapkan anggaran yang akan diambilkan dari Rp82 juta anggaran ADD (Alokasi Dana Desa).

"Tidak ada persoalan lagi dan akan dilaksanakan pengukuran sesuai kesepakatan. Anggaran ADD yang kita gunakan untuk pembayaran dan ini sesuai dengan RPJMDes kita," tegas Kades Bagu.

Dengan adanya bangunan permanen ini, sambung Kades, nantinya menjadi hak milik atau aset desa. "Tentu kedepannya tidak akan ada lagi pembicaraan karena ini kita selesaikan dengan cara kekeluargaan dan semua pihak yang berkaitan sudah bersepakat. Sehingga mulai saat ini dan kedepannya sudah menjadi aset desa. Sedangkan alas yang kita bayarkan berjenis sertifikat lahan 10 are dan dibayar 20 juta rupiah per are," jelas Kades Bagu.

Terlihat di luar kantor Desa Bagu, selama berlangsung mediasi puluhan anggota polisi yang didatangkan untuk berjaga-jaga, sehingga situasi aman berjalan dengan lancar dan menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Kami harus sampaikan bahwa kami dari kepolisian hadir disini untuk menjaga keamanan atau kamtibmas, mengenai prihal yang dipermasalahkan kami sarankan diselesaikan secara musyawarah dengan cara kekeluargaan, jadi apapun kesepakatannya itu berdasarkan pembicaraan atau perundingan kedua belah pihak," kata Kapolsek Pringgarata AKP Sopyan Hadi.

(mn-05/r3)

^ KEMBALI KE ATAS