Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:15:25 am

Dugaan Penyelewengan Dana Desa dan Program Prona Desa Pringgasela Timur Dilaporkan

Dugaan Penyelewengan Dana Desa dan Program Prona Desa Pringgasela Timur Dilaporkan

LOTIM - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Forum Pemuda Lotim (KNPI Lotim dan Forum Pemuda Peduli Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur), pada kamis (4/1/2018) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Kedatangan ratusan masyarakat Pringgasela tersebut dipicu karena merasa kecewa kepada Kepala Desa (Kades) Pringgasela Timur atas pengelolaan anggaran dana desa dan alokasi dana desa tahun 2017 yang di nilai tidak transparan.

Dalam orasai yang disampaikan Taufik, koordinator massa aksi yang mengatasnamakan diri Forum Pemuda Lotim (KNPI Lotim dan Forum Pemuda Peduli Desa Pringgasela Timur), bahwa dalam setiap pelaksanaan aktivitas pembangunan desa baik yang bersifat fisik ataupun non fisik haruslah mengacu pada asas pembangunan akuntabel dan terbuka. Mengingat sejatinya hakikat penggunaan dana desa dihajatkan untuk sebesar besarnya bagi kemakmuran masyarakat yang ada didesa, maka haruslah pembangunan desa menggunakan anggaran tepat sasaran, sesuai peruntukannya dan akuntabel.

Selain itu, Taupik juga menyampaikan, bahwasanya persoalan ini pernah dilaporkan ke inspektorat beberapa bulan lalu oleh organisasi pemuda yang ada di desa Pringgasela Timur, namun tidak ada kejelasan penanganannya sampai dengan saat ini, sehingga hal tersebut juga yang membuat organisasi pemuda yang peduli terhadap desa Pringgasela kecewa.

"hari ini organisasi pemuda bersama masyarakat Pringgasela Timur turun kejalan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Selong untuk mencari keadilan," katanya.

Tokoh pemuda desa Pringgasela Timur Herwan, berharap agar aparat penegak hukum dapat turun ke desa Pringgasela Timur, melihat kondisi pembangunan yang telah di laporkan oleh masyarakat.

"Kami datang ke Kejari Selong kali ini dalam rangka meminta keadilan, hari ini juga kami melaporkan sejumlah dugaan penyalahgunaan dana desa dan alokasi dana desa tahun 2017. Kami meyakini ada kejanggalan didalam pelaksanaan dana desa tahun lalu tersebut, dan semua itu sudah kami tuangkan dalam laporan kami secara bersama-sama dengan masyarakat saat ini oleh karenanya Kami sangat berharap terhadap kejaksaan negeri selong untuk dapat mengusut tuntas dugaan persoalan teraebut, kami yakin bahwa kejari selong dapat memberikan rasa keadilan untuk masyarakat lombok timur," pintanya.

Selain persoalan anggaran, Taupik juga mengatakan bahwa diduga ada pungli dalam penerbitan sertifikat Prona tahun 2015. Dimana masyarakat diminta mengeluarkan sejumlah uang (Rp. 400.000) per sertifikat. Banyak masyarakat yang menjadi korban.

"banyaknya persoalan yang ada di desa pringgasela timur ini, kami meminta Kejaksaan Negeri Selong untuk dapat mengusut tuntas serta menindak tegas oknum yang terlibat," tegasnya.

Perlu juga diketahui, bagi masyarakat Pringgasela bahwa aksi tersebut merupakan aksi permulaan dan pemanasan dalam gerakan masyarakat Pringgasela Timur dalam mengawal dugaan persoalan tersebut.

"kami akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan sampai persoalan ini tuntas dan aksi kali ini merupaka aksi perdana, selanjutnya akan ada aksi ke dua dan ketiga apa bila persoalan ini tidak ditanggapi dengan baik oleh Kejaksaan," tegasnya.

(mn-13/07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS