Menu
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:06:33 am

Enam Dusun di Sekotong Terendam Banjir, Lumpuhkan Aktifitas Masyarakat

Enam Dusun di Sekotong Terendam Banjir, Lumpuhkan Aktifitas Masyarakat

LOBAR - Tigginya intensitas hujan dan gelombang air pasang beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan enam dusun di dua desa di Kecamatan Sekotong terendam banjir.

"Banjir yang melanda sejumlah dusun tersebut, disebabkan tingginya intensitas hujan, sehingga menyebabkan saluran-saluran air yang ada di sekitar wilayah Sekotong tengah khususnya dekat pasar Mekar Sari terendam banjir," kata M Tohri, di Sekotong, Jumat (12/1/2018).

Dikatan Tohri melalui saluran telepon, saluran drainase itu juga tidak bisa menampung debit air. Terpaksa warga mengambil langkah alternatif dari kondisi banjir krusial tersebut, guna melakukan penjebolan jalan hotmik untuk mengalirkan air genangan banjir.

"Langkah inisiatif masyarakat tersebut, terbukti mampu menanggulangi genangan banjir di pasar Mekar Sari itu," ungkapnya.

Banjir ini, lannjut dia, dimulai sejak tiga hari lalu dan melanda empat dusun seperti Dusun Sekotong satu dan Dusun Sekotong dua, dusun Sekotong Tengah serta dusun Mekar Sari. Sedangkan kondisi banjir genangan terparah, melanda Dusun Sekotong satu dengan ketinggian air melebihi lutut orang dewasa, sehingga banjir ini juga memasuki rumah warga sekitar. "Tapi kondisinya sekarang sudah mulai menurun," terangnya.

Selain itu kata Tohri, tingginya gelombang pasang ikut memicu banjir. Memudahkan tingginya debit air yang ada, pun ikut masuk meluas pada permukiman warga. Gelombang pasang itu juga ikut menghambat laju air kali, kemudian berpotensi meluap akibat tidak bisa ditampung saluran drainase.

Dikatakannya, banjir ini berdampak pada lumpuhnya aktifitas masyarakat, walaupun tidak menimbulkan korban materi. Tiga Dusun kata Tohri, terdapat sekitar 280 KK, namun tidak mengenai semua jumlah KK itu akibat dampak banjir itu.

"Soal bantuan logistik pihaknya sedang melakukan pendataan dan melihat fakta dilapangan, setelah itu baru kami mengkonfirmasi dan kemudian memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak," ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, kejadian banjir Kecamatan Sekotong ini tidak hanya menyasar Sekotong Tengah saja, tapi juga menyasar Desa Cendimanik yang mengenai Dusun Madaq satu dan Madaq dua. Cendi Maniq ini akhirnya mengalami kerugian materi yaitu terputusnya akses jalan, sehingga menyebabkan desa satu kedesa lain menjadi terosolir.

"Kami akan mengkonsultasikan dulu kepada pimpinan, apakah penanganannya kemudian harus membuatkan penanganan secara darurat dengan menyediakan karung pasir," tuturnya.

Selain itu, banjir itu juga menggerus kiri kanan jembatan, sehingga meninggalkan jebolnya kondisi jembatan di Dusun Madaq itu.

"Menurut informasi dari personil siaga bencana yang ada disana. Dusun itu juga terdapat 175 jumlah KK sekitar sana," ucapnya.

"Hasil koordinasi kami, kalau memungkinkan harus dibantu masyarakat akan segera dibantu. Kalaupun nanti diperintahkan menyalurkan bantuan logistik itu, paling berupa Mie Instant dan air bersih saja," tandasnya.

(mn-09/r3)

^ KEMBALI KE ATAS