Menu
Sabtu, 21 Juli 2018 | 5:25:22 pm

TGB Ajak Anak Bangsa Hadirkan Kebaikan untuk Indonesia

TGB menjadi narasumber Kongkow Kebangsaan yang bertemakan  "Merangkai Simpul-simpul Ke-Indonesiaan" di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (2/2/2018) malam. TGB menjadi narasumber Kongkow Kebangsaan yang bertemakan "Merangkai Simpul-simpul Ke-Indonesiaan" di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (2/2/2018) malam.

JABAR - Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi mengajak seluruh anak bangsa untuk menghadirkan kebaikan bagi negara tercinta, Indonesia.

Ajakan itu disampaikan TGB saat didaulat menjadi narasumber pada Kongkow Kebangsaan yang bertemakan "Merangkai Simpul-simpul Ke-Indonesiaan" di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (2/2/2018) malam.

TGB, didampingi pimpinan Ponpes, Ustadz Imam Jazuli, Ustadz Dede Muharam, Dr Muhlis Hanafi, menegaskan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang menyatukan seluruh potensi yang ada.

Potensi yang dimaksud TGB, tidak hanya menyangkut kekayaan alam, namun juga potensi sumber daya manusia, agama dan budaya. Yang keseluruhan potensi itu adalah entitas yang menyerap dan menebarkan kebaikan. Bahkan, dalam sudut pandang Islam, kebangsaan dan ke-Islaman merupakan dua hal yang selalu saling mendukung dan mengisi nilai-nilai baik yang ada.

"Nasionalisme yang didukung Islam adalah Hubbul Wathan atau cinta tanah air dan merdeka dari segala macam penjajahan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Ahli Tafsir Al-Quran itu menguraikan tidak ada yang perlu dipertentangkan antara nasionalisme dan agama. Sebab, kebaikan-kebaikan yang ditebarkan oleh sebuah agama, khususnya Islam merupakan kebaikan yang diserap dan ditumbuhkan melalui komitmen nasionalisme seluruh anak bangsa.

"Islam tidak hadir dalam ruang yang kosong, namun hadir dalam sebuah sejarah. Islam hadir untuk menguatkan dan mengokohkan kebangsaan," tegas TGB.

Karena itu, TGB mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa mengembangkan diri dengan terus belajar dan menempa diri dari hasil karya-karya para tokoh ternama dunia. Hanya saja, seluruh referensi yang dibaca tersebut perlu dianalisis dan dikaji, mana pemikiran yang sesuai dengan nilai kebangsaan dan ke-Islaman yang ada di Indonesia. Bahkan bila perlu lanjut Ketua Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu, seluruh anak bangsa melahirkan sebuah karya yang menjadi rujukan dunia.

"Pengalaman ke-Islaman dan kebangsaan kita, suatu saat perlu kita narasikan untuk dunia, karena pengalaman kebangsaan dan ke-Islaman kita sangat kaya," ungkap TGB seraya berharap umat Islam dapat terus belajar dan berkarya untuk menata bangsa dan dunia.

(hms-ntb/mn-07/r3)

^ KEMBALI KE ATAS